Pahami Cidera Tangan


Tangan merupakan salah satu organ yang sangat membantu kerja fisik manusia, seperti memegang, menahan, dan memanipulasi. Selain itu, pada tangan juga ditemui banyak sekali saraf, terbukti hampir setengah dari area pada otak digunakan untuk mengatur saraf yang ada pada tangan.
Agar tidak salah menyikapi keluhan rasa sakit pada tangan, sebaiknya Anda mengenal beberapa gangguan dan keluhan yang menimpa tangan berikut ini :
1. Repetitive Strain Injury (RSI)
RSI merupakan "cedera dari sistem muskuloskeletal dan saraf yang disebabkan oleh melakukan tugas yang berulang dengan pengerahan tenaga kuat, getaran, kompresi mekanik (menekan permukaan keras). RSI membuat adanya rasa nyeri pada bagian tangan yang terkena cedera.
Jika mengalami RSI sebaiknya Anda tidak melakukan pemijatan atau biasa dikenal dengan "urut", karena dapat mengakibatkan cedera menyebar, melainkan perlu diperiksakan pada dokter ortopedi.
2. Trigger Finger
Trigger finger merupakan gangguan pada saraf yang dikenal juga dengan istilah "saraf kejepit". Pada penyakit ini terdapat tendon fleksor yang terkunci sehingga mengakibatkan rasa nyeri. Penyakit ini disebabkan dari kesalahan posisi saat melakukan gerakan tertentu. Sama seperti RSI, sebaiknya Anda juga jangan memijatnya karena akan membahayakan keselamatan Anda sendiri.
3. Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Carpal tunnel syndrome atau  sindroma terowongan karpal adalah cedera yang dialami saat terlalu banyak melakukan aktivitas jari seperti mengetik padakeyboard ataupun berolahraga. Yang membedakan penyakit ini dengan cedera lainnya adalah hanya dialami oleh jari telunjuk, jari tengah, dan setengah jari manis.
Carpal tunnel sejatinya merupakan saraf tengah yang membuat manusia dapat merasakan dan bergerak di bagian telapak tangan, jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis.
4. Patah Tulang
Diakibatkan kecelakaan seperti terjatuh. Ditandai dengan adanya rasa nyeri. Perlu dilakukan pemeriksaan sinar-X untuk mengetahui adanya pergeseran tulang atau keretakan tulang. Untuk penyakit ini, disarankan adanya tindakan operatif.