Ilmu Yang Hampir Punah Dalam Menentukan Hari Baik



Saat Nabi itu salah satu ilmu nujum (yang digunakan para wali) yang sangat berguna untuk mengetahui atau mencari keterangan tentang kejahatan, siapa yang melakukan kejahatan, mencari orang minggat/pergi tanpa pamit, barang hilang, atau mengerjakan sesuatu yang sangat penting.
Adapun kategori saat nabi adalah sbb:
1.Nabi Ahmad
2.Malaikat Ijrail
3.Nabi Yusuf
4.Nabi Ibrahim
5.Malaikat Jabarail
Beliau para Nabi dan Malaikat menurut para Wali silih berganti saling menunaikan tugas mengontrol waktu setiap hari,namun caranya menunaikan tugas berbeda beda, dan memiliki giliran dalam setiap harinya seperti di bawah ini:

waktu                                   Mulai Jam                           Sampai Jam

1.Subuh                                  04.30                                     07.00
2.Panglong                              07.00                                     10.00
3.Lingsir Wetan                       10.00                                     11.00   
4.Bedhug                                12.00                                      13.00
5.Duhur                                  13.00                                      16.00     
6.Asar                                    16.00                                      Surya Tengelam
7.Mahgrib                               Surya Tenggelam                     19.00
8.Isya                                      19.00                                      24.00
9.Sirep(tengah malam)             24.00                                      04.30

Jika ingin mengetahui di mana barang yang hilang, dan siapa pelakunya harus lebih dulu menghitung hari dan pasaran.
PENGECUALIAN
Neptu hari dan pasaran berbeda dengan yang umum, disini neptu hari dan pasaran khusus untuk ilmu nujum saat nabi.Adapun neptu hari dan pasaran sbb:
Neptu Hari:
1.Rabo        neptu 1
2.Kamis       neptu 2 
3.Jumat        neptu 3
4.Sabtu        neptu 4
5.Minggu      neptu 5
6.Senin         neptu 6
7.Selasa       neptu 7

Neptu Pasaran
1.Wage         neptu 1
2.Kliwon       neptu 2
3.Manis         neptu 3
4.Paing          neptu 4
5.Pon            neptu 5
Cara Menghitung
Misalnya ada kadurjanan/kejahatan kejadianya jatuh pada hari Senen Pon, Senen 6 Pon 5 jadi 6+5 = 11, lalu perhitungan jatuh pada nabi atau malaikat siapa yang sedang mendapat giliran mengontrol waktu? yaitu Nabi Ahmad.
Perhitungannya mulai dari atas kebawah menurut nama nama Nabi atau Malaikat yang dikategorikan sbb:
1.Nabi Ahmad
2.Malaikat Ijrail
3.Nabi Yusuf
4.Nabi Ibrahim
5.Malaikat Jabarail
Yaitu mulai dari angka 1 Nabi Ahmad,  sampai kebawah angka 5 Malaikat Jabarail,lalu kembali ke angka 1 lagi sampai perhitungan 10.Jadi berkaitan dengan jumlah 11 di hari Senen Pon tersebut di atas harus kembali angka 1 lagi yaitu jatuh pada Nabi Ahmad yang sedang mendapat giliran kontrol waktu.Kemudian untuk mengetahui jam berapa Nabi Ahmad melaksanakan tugasnya?
Caranya harus menghitung urutan waktu yang tersebut di atas yaitu mulai dari bawah yaitu angka 9 ke atas sampai 1 kemudian dari bawah lagi sampai habis perhitungan neptu 11(Senen Pon) tersebut diatas yaitu jatuh pada waktu Isya,kemudian menghitung lagi keatas 5 tangga jatuh pada waktu lingsir wetan.
Jadi dengan contoh diatas (kejadian kejahatan Senen Pon) kelihatan bahwa kejadianya tertuju pada Nabi Ahmad yang mengontrol waktu jatuh pada Isya atau Lingsir Wetan.

Adapun kekuasaannya para nabi atau malaikat di kategorikan sbb:
1.Nabi Ahmad
Bisa dapat apa yang diupayakan.Semua kabar yang bagus itu nyata dan kabar yang buruk itu bohong.
Durjana itu melakukannya,dengan ditolong dengan orang serumah,barang yang diambil durjana itu masih dan disimpan di sekitar dalam rumah yang kecurian,maka sebiknya dicari dengan tertip dan sabar bisa ketemu.
2.Malaikat Ijrail
Waktu sial, tidak dapat keterangan tentang perbuatan jelek, atau semua pekerjaan.
Durjana mukanya jelek dan menakutkan, badanya besar dan kekar, kulitnya hitam, suaranya serak dan tidak enak didengar, tingkahlakunya kasar.Barang hilang sulit ketemu.
3.Nabi Yusuf
Waktu baik,semua pekerjaan bagus dan membuahkan hasil.Semua kabar baik nyata,dan kabar buruk bohong/tidak nyata.
Durjana mendapat pertolongan seorang perempuan, atau yang menjadi durjana orang permpuan.
Durjana badanya ramping, tabiatnya bagus, tingkah lakunya halus.Barang yang hilang disimpan pada seorang laki laki.Dicari barang tadi dengan teliti bisa ketemu lagi.
4.Nabi Ibrahim
Tentang perbuatan jelek yang tertuju pada diri kita bagus.Kabar bagus  nyata, kabar buruk bohong/tidak nyata.Masalah durjana tidak bisa mendapatkan keterangan.
Durjana seseorang yang tabiatnya baik, badanya sedang.kilitnya kuning, suaranya jelas dan enak didengar akan tetepi sedikit serak dan pekerjaan si durjana tadi memang profesional durjana.Barang yang hilang tidak dapat ketemu.Semua pekerjaan tidak membuahkan hasil.
5.Malaikat Jabarail
            Semua pekerjaan ragu ragu, semua orang dalam keadaan kacau.
Durjana seseorang yang selalu gugup dan ceroboh, barang yang diambil durjana disembunyikan dibelakang rumah atau dibawah pepohonan selatan rumah.Kadurjanan itu apabila diurus dengan tertib bisa tertangkap.
            Demikian tentang keterangan ILMU NUJUM SAAT NABI barang siapa yang bisa memahami dan mempelajari dengan bijak pasti bisa mempprediksi tentang bahaya karena dengan kesimpulan semua orang, terutama orang tak di kenal kalau bertamu ke rumah kita bisa diprediksi tujuanya apa berdasarkan waktu datang pas giliranya nabi/malaikat siapa yang mengontrol waktu

Cara Menghitung Rangkaian Pararel Resistor dan Hitungan Rangkaian Seri

Rangkaian Pararel

Rangkaian Resistor seperti gambar dibawah ini, yang terdiri dari:
R1 = 10 Ω
R2 = 20 Ω
R3 = 5 Ω
E = 12 V
mengitung_rangkaian_pararel_resistor

Hitung berapa nilai Rtotal (Rt), Itotal (It), dan arus pada tiap-tiap resistor?

Penyelesaian:
Kita ketahui dalam rangkaian pararel seperti yang pernah ditulis dalam posting Perhitungan Rangkaian Pararel, bahwa
Rt = R1 || R2 || R3
Rt = (R1 x R2 x R3) ÷ [(R1 x R2) + (R1 x R3) + (R2 x R3)]
It = Et ÷ Rt
Et = E1 = E2 = E3
menghasilkan
I1 = E1 ÷ R1 <=> I1 = Et ÷ R1
I2 = E2 ÷ R2 <=> I2 = Et ÷ R2
I3 = E3 ÷ R3 <=> I3 = Et ÷ R3

maka diperoleh
Rt = (R1 x R2 x R3) ÷ [(R1 x R2) + (R1 x R3) + (R2 x R3)]
Rt = (10 x 20 x 5) ÷ [(10 x 20) + (10 x 5) + (20 x 5)] = 2,86 Ω
It = Et ÷ Rt = 12 V ÷ 2,86 Ω = 4,2 A
I1 = Et ÷ R1= 12 V ÷ 10 Ω = 1,2 A
I2 = Et ÷ R2 = 12 V ÷ 20 Ω = 0,6 A
I3 = Et ÷ R3 = 12 V ÷ 5 Ω = 2,4 A

Rumus Arus Mengalir :

It = I1 + I2 + I3 + · · · · · · + In
1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + · · · · · · + 1/Rn
Vt = V1 = V2 = V3 = · · · · · · = Vn


Dimana:
Vt = jumlah tegangan
Rt = jumlah hambatan
It = jumlah arus
V1V2V3 = tegangan setiap sumber
R1R2R3 = hambatan setiap komponen
I1I2I3 = arus melalui setiap saluran
Vn = tegangan pada n buah sumber
Rn = hambatan pada n buah komponen
In = arus pada n buah saluran




RANGKAIAN SERI RESISTOR


Rangkaian seri resistor seperti gambar dibawah ini, yang terdiri dari:
R1 = 6 Ω
R2 = 4 Ω
R3 = 2 Ω
E = 12 V


Hitung berapa nilai Rtotal (Rt), Itotal (It), dan tegangan pada tiap-tiap resistor?

Penyelesaian:

Perhitungan Rangkaian Seri :
Rt = R1 + R2 + R3
It = Et ÷ Rt
It = I1 = I2 = I3
menghasilkan
It = I1 <=> Et ÷ Rt = E1 ÷ R1 <=> E1 = (R1 ÷ Rt) x Et
It = I2 <=> Et ÷ Rt = E1 ÷ R2 <=> E2 = (R2 ÷ Rt) x Et
It = I3 <=> Et ÷ Rt = E1 ÷ R3 <=> E3 = (R3 ÷ Rt) x Et

maka diperoleh 

Rumus Tegangan RESISTOR SERI :
Rt = R1 + R2 + R3 = 6 + 4 + 2 = 12 Ω
I = Et ÷ Rt = 12 V ÷ 12 Ω = 1 A
E1 = (R1 ÷ Rt) x Et = (6 Ω ÷ 12 Ω) x 12 V = 6 V
E2 = (R2 ÷ Rt) x Et = (4 Ω ÷ 12 Ω) x 12 V = 4 V
E3 = (R3 ÷ Rt) x Et = (2 Ω ÷ 12 Ω) x 12 V = 2 V

Cinta Rasulullah SAW kepada Istri

Rasulullah SAW sangat mencintai dan lembut pada istri-istrinya. Berikut adalah contoh sikap luar biasa beliau yang harus diteladani oleh setiap suami:
  1. Rasulullah SAW tidak pernah menyusahkan istrinya. Jika pakaiannya koyak, Rasulullah SAW menampalnya sendiri tanpa menyuruh isterinya.
  2. Rasulullah SAW selalu bertanggung jawab mencari nafkah untuk keluarganya. Contoh: Rasulullah SAW memerah sendiri susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.
  3. Rasulullah SAW tidak segan membantu istrinya di dapur. Contoh: Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap dimasak untuk dimakan, sambil tersenyum Rasulullah SAW  menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.
  4. Rasulullah SAW sering memanggil istrinya dengan panggilan mesra. Contoh: Aisyah r.a. dipanggil dengan panggilan Khumaira (yang kemerah-merahan) oleh beliau.
  5. Rasulullah SAW tidak pernah mendesak istrinya menyediakan makanan. Contoh: suatu ketika, Rasulullah SAW pulang pada waktu pagi. Beliau pasti sangat lapar saat itu. Tetapi dilihatnya tidak ada apapun untuk sarapan, bahkan yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka beliau bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?” Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.” Rasulullah SAW lantas berkata, “Jika begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit pun tergambar raut kesal di muka beliau.
  6. Rasulullah SAW sangat marah ketika melihat seorang suami sedang memukul istrinya. Contoh: suatu saat beliau melihat seseorang memukul istrinya. Beliau menegur, “Mengapa engkau memukul istrimu?” Orang itu menjawab, “Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap bandel juga, jadi aku pukul dia.” Rasulullah SAW berkata lagi, “Aku tidak menanyakan alasanmu, aku bertanya mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu dari anak-anakmu?”
  7. Rasulullah SAW tetap lembut dan santun kepada istri. Rasulullah selalu memperlakukan istrinya sangat istimewa sekalipun beliau adalah pemimpin umat Islam tertinggi, bahkan saat itu adalah pemimpin terbesar di dunia.

Kepemimpinan Rasulullah SAW

Adakah manusia yang mampu mengubah kekufuran menjadi keimanan, kemusyrikan menjadi ketauhidan, dan kemaksiatan menjadi ketaatan dalam suatu negara besar hanya dalam waktu 23 tahun? Ya, Rasulullah SAW telah membuktikannya. Beliau mampu melakukan itu dengan kepemimpinan yang luar biasa. Berikut adalah ciri kepemimpinan Rasulullah SAW yang luar biasa:
  1. Beliau memiliki sifat-sifat yang mulia sejak usia dini.
  2. Beliau selalu menjadi teladan hidup bagi orang-orang di sekitarnya sejak masih kecil
  3. Beliau selalu bertindak sesuai perintah Allah SWT
  4. Dalam hal-hal yang tidak diatur Allah SWT secara langsung, beliau selalu bermusyawarah dengan para sahabat
  5. Beliau mampu menyelesaikan segala perbedaan pendapat dengan bijaksana
  6. Beliau selalu menghormati semua pendapat yang disampaikan kepadanya
  7. Beliau selalu bersama rakyatnya dan sangat memahami perasaan rakyatnya
  8. Jika rakyatnya menderita, beliaulah yang paling merasakan penderitaan itu
  9. Beliau sangat menginginkan rakyatnya sejahtera dan bahagia
  10. Beliau pengasih dan penyayang pada rakyatnya.
  11. Beliau tidak hanya memberi arahan atau membimbing dari balik meja, namun juga terjun langsung ke lapangan
  12. Beliau aktif mengatur strategi dan taktik perjuangan, baik dalam peperangan maupun ketika damai
  13. Kata-kata beliau selalu konsisten. Tidak ada perbedaan antara kata dan perbuatan
  14. Sebelum mengajarkan sesuatu, beliau melakukannya lebih dahulu
  15. Beliau tidak hanya berbicara dengan kata-kata, tapi juga dengan perbuatan dan keteladanan
  16. Beliau disiplin dan adil dalam menegakkan hukum, tanpa pandang bulu
  17. Beliau sangat tegas pada orang yang melanggar hukum Allah, namun sangat lembut dan memaafkan bila ada kesalahan yang menyangkut dirinya sendiri
  18. Keagungan sifat beliau membuat orang lain siap mengorbankan semua milik mereka untuk beliau
  19. Beliau sangat gagah dan pemberani
  20. Beliau memiliki kontrol diri yang penuh atas dirinya sendiri dalam segala situasi
  21. Beliau selalu tenang, percaya diri, dan tidak pernah panik
  22. Beliau tidak pernah menggerutu atau mengeluh dalam kondisi tertekan sekalipun
  23. Beliau selalu memperlakukan lawannya dengan tingkah laku yang terbaik
  24. Beliau selalu memperlakukan orang dengan adil dan jujur
Referensi:
  1. “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At-Taubah: 128)
  2. “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam:4)
  3. “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (Ali Imran: 159)
  4. Afzalur Rahman 2002:73-97

Rasulullah SAW yang mencintai Anak Kecil

Rasulullah SAW sangat mencintai anak kecil. Beliau sangat lembut dan memahami perilaku mereka. Berikut adalah contoh sikap Rasulullah SAW pada anak kecil yang patut kita teladani.
  1. Rasulullah SAW senang bermain-main (menghibur) anak-anak dan kadang-kadang memangku mereka. Contoh: Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).” Merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.
  2. Rasulullah SAW sangat lembut dan berempati ketika anak-anak mengalami penderitaan. Contoh: Ketika Ja’far bin Abu Tholib r.a, terbunuh dalam peperangan mut’ah, Nabi Muhammad SAW sangat sedih. Beliau segera datang ke rumah Ja’far dan menjumpai isterinya Asma bin Umais, yang sedang membuat roti, memandikan anak-anaknya dan memakaikan bajunya. Beliau berkata, “Suruh kemarilah anak-anak Ja’far. Ketika mereka datang, beliau menciuminya.”
  3. Rasulullah SAW tidak menyukai orang yang tidak memiliki kasih sayang pada anak kecil. Contoh: Al-Aqraa bin harits melihat Rasulullah SAW. mencium Al-Hasan r.a. lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka.” Rasulullah bersabda, “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan di sayangi.”
  4. Rasulullah SAW sangat memahami ketidaktahuan anak. Contoh: Seorang anak kecil dibawa kepada Rasulullah SAW untuk didoakan dimohonkan berkah dan diberi nama. Anak tersebut dipangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing di pangkuan beliau, orang-orang yang melihatnya kaget dan berteriak. Beliau berkata, “Jangan di putuskan anak yang sedang kencing, buarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.” Beliau pun berdoa dan memberi nama anak itu. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.
  5. Rasulullah SAW sangat memahami perilaku anak yang senang bermain. Contoh: Ummu Kholid binti Kholid bin Sa’ad Al-Amawiyah berkata, “Aku beserta ayahku menghadap Rasululloh dan aku memakai baju kurung (gamis) berwarna kuning. Ketika aku bermain-main dengan cincin Rasulullah SAW, ayahku membentakku, tapi Rasulullah berkata, “Biarkanlah dia.” Kemudian beliau pun berkata kepadaku, “Bermainlah sepuas hatimu, Nak!
  6. Rasulullah SAW sering menyapa anak kecil dengan hangat. Contoh: Dari Anas, mengatakan “Rasulullah SAW selalu bergaul kami. Beliau berkata kepada saudara lelakiku yang kecil, ‘Wahai Abu Umair, mengerjakan apa si nugair (nama burung kecil).’”
  7. Rasulullah SAW tidak terganggu sholatnya walau sambil menggendong anak. Contoh: suatu Rasulullah SAW melakukan shalat, sedangkan Umamah binti Zainab diletakkan di leher beliau. Ketika beliau sujud, Umamah diletakkannya di lantai, dan ketika berdiri, Umamah  diletakkan lagi di leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam.
  8. Rasulullah SAW sangat lembut pada anak yang mengganggu sholatnya. Contoh: Rasulullah pernah lama sekali sujud dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau anda sedang menerima wahyu. Rasulullah SAW, menjawab, “Tidak ada apa-apa, tetaplah aku ditunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesa-gesa sampai dia puas.” Adapun anak yang di maksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain Radhiyallahu Anhuma
  9. Rasulullah SAW sangat berempati pada anak kecil yang menangis. Contoh: Ketika Nabi Muhammad SAW melewati rumah putrinya, yaitu sayyidah Fatimah r.a., beliau mendengar Al-Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah, “Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku.” Lalu beliau memangku Al-Husain di atas lehernya dan berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku cinta kepadanya, maka cintailah dia.”
  10. Rasulullah SAW sangat mencintai anak yatim.

Rasulullah SAW Yang Selalu Tersenyum

Rasulullah SAW sangat terkenal dengan senyumannya. Banyak kesaksian dan kisah Rasulullah SAW yang diceritakan oleh para sahabat, diantaranya adalah:
  1. Rasulullah SAW menyatakan bahwa senyum adalah ibadah
  2. Rasulullah SAW selalu tersenyum pada istrinya
  3. Senyuman merupakan wujud tertawa Rasulullah SAW. Beliau tidak pernah tertawa terbahak-bahak
  4. Rasulullah SAW menggunakan senyuman ketika menegur seseorang
  5. Rasulullah SAW tetap tersenyum ketika menerima ancaman.
  6. Rasulullah SAW tersenyum ketika membebaskan tawanan orang kafir
  7. Walaupun Rasulullah SAW sering tersenyum ketika disakiti, namun jika hukum Allah dilanggar, wajahnya akan memerah karena marah

Sifat Rasulullah SAW

Mengenali sifat-sifat Rasulullah Muhammad SAW adalah awal penting jika kita serius ingin mengikuti segala keteladanan beliau. Banyak sekali hadits yang menceritakan sifat-sifat beliau yang sangat luar biasa. Diantara sifat-sifat beliau tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Baik hati;
  2. Jujur;
  3. Pemalu;
  4. Lemah lembut;
  5. Rendah hati;
  6. Tidak pernah memberatkan orang lain;
  7. Sangat sederhana;
  8. Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan;
  9. Suka memaafkan dan merelakan;
  10. Penuh kasih sayang
  11. Selalu memberi petunjuk;
  12. Selalu tersenyum;
Referensi:
  1. Ali bin Abi Thalib (ra) juga meriwayatkan: Rambut Rasulullah lurus dan sedikit berombak. Beliau tidak berperawakan gemuk dan tidak pula tampak terlalu berat, beliau berperawakan baik dan tegak. Warna kulit beliau cerah, mata beliau hitam dengan bulu mata yang panjang. Sendi-sendi tulang beliau kuat dan dada beliau cukup kekar, demikian pula tangan dan kaki beliau. Badan beliau tidak berbulu tebal, tapi hanya bulu-bulu tipis dari dada ke bawah sampai di pusar beliau. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau akan mengarahkan wajah beliau ke orang tersebut (penuh perhatian). Diantara tulang belikat beliau “tanda” kenabian beliau. Beliau adalah orang yang paling baik hati, orang yang paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baik keturunan. Siapa saja yang mendekati beliau akan langsung merasa hormat dan khidmat. Dan siapa yang bergaul dengan beliau akan langsung menghargai dan mencintainya. Saya belum pernah melihat orang lain seperti beliau. (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib).
  2. Abu Sa’id Al-Khudri RA mengatakan: “Rasulullah itu lebih pemalu daripada gadis dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan beliau itu dari wajahnya.” (HR. Al-Bukhari)
  3. Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata: Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah. Beliau mengajak laki-laki itu berbicara sehingga membuatnya menggigil ketakutan. Rasulullah berkata kepadanya: “Tenangkanlah dirimu! Sesungguhnya aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah putra seorang wanita yang biasa memakan dendeng.” (HR. Ibnu Majah)
  4. Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah ditanya: “Apakah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam rumah?” Ia radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang manusia biasa.Beliau menambal pakaian sendiri, memerah susu dan melayani diri beliau sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
  5. Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan: Kami, keluarga Muhammad, tidak pernah menyalakan tungku masak selama sebulan penuh, makanan kami hanyalah kurma dan air.” (HR. Al-Bukhari)
  6. Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Rasulullah SAW bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan.(H R. Ahmad)

Perhitungan Hari Baik Untuk Pindah Rumah Kejawean Adat Jawa

Mencari hari yang baik untuk pindah rumah kadang kala juga digunakan untuk membangun rumah, asal hari yang dipilih itu jatuh pada angka perhitungan yang baik dari rumus perhitungan  Membangun dan Memperbaiki Rumah.Namun sebaliknya untuk pindah rumah tidak boleh memakai perhitungan yang dipakai untuk Membangun dan Memperbaiki Rumah.
          Dalam mencari hari baik untuk pindah rumah perhitungannya dengan cara menjumlahkan nilai hari dan pasaran kemudian dihitung dari :  Guru, Ratu, Rogoh, Sempoyong.

   Untuk mencari nilai hari dan pasaran adalah sbb :

HARI                      NILAI
PASARAN            NILAI    
Minggu                      5
Pon                               7
Senin                         4
Wage                            4
Selasa                       3
Kliwon                           8
Rabu                          7
Legi                               5
Kamis                        8
Pahing                          9
Jum'at                        6

Sabtu                         9


Contoh pertama   : Bila seseorang pindah rumah pada hari Minggu Kliwon,nilainya adalah :            
                                 
                                    Minggu     =     5
                                    Kliwon     =     8
                                    Jumlah     =    13

Cara menghitung :    1.  Guru                     5.  Guru                      9.  Guru                    13. Guru
                                   2.  Ratu                      6.  Ratu                     10.  Ratu
                                   3.  Rogoh                   7.  Rogoh                   11.  Rogoh
                                   4.  Sempoyong           8.  Sempoyong           12.  Sempoyong
                                   
      Karena jumlah nilai 13 maka perhitungan sampai ke 13 yaitu jatuh Guru yang artinya lihat berikut ini :
Guru artinya dihormati,digurukan,lancar rezeki, selamat dan sejahtera.
Ratu artinya berwibawa, ditakuti,disegani,banyak rejeki dan jauh dari goro-goro.
Rogoh artinya mudah dimasuki pencuri, boros,kurang bahagia dan banyak hal-hal yang kurang baik.
Sempoyong artinya tidak bertahan lama atau tidak kerasan,susah dan sering bertengkar.

Perhitungan Hari Nasib Baik & Jodoh Berdasarkan Kejawean



Sebelum kita mulai belajar menghitung Perhitungan Djawa, kita review sejenak materi sebelumnya tentang perhitungan Djawa berdasarkan hari dan Pasarannya (seperti skulah saja ada materinya), materi sebelumnya :
Minggu 5
Senin 4
Selasa 3
Rabu 7
Kamis 8
Jum’at 6
Sabtu 9
Legi 5
Pahing 9
Pon 7
Wage 4
Kliwon 8

Cara menghitung :
Minggu Legi : Minggu (5) + Legi (5) = 10
Senin Legi : Senin (4) + Legi (5) = 9
Selasa Legi : Selasa (3) + Legi (5) = 8
Rabu Legi : Rabu (7) + Legi (5) = 12
Kamis Legi : Kamis (8) + Legi (5) = 13
Jum’at Legi : Jum’at (6) + Legi (5) = 11
Sabtu Legi : Sabtu (9) + Legi (5) = 14
Minggu Pahing : Minggu (5) + Pahing (9) = 14
Senin Pahing : Senin (4) + Pahing (9) = 13
Selasa Pahing : Selasa (3) + Pahing (9) = 12
Rabu Pahing : Rabu (7) + Pahing (9) = 16
Kamis Pahing : Kamis (8) + Pahing (9) = 17
Jum’at Pahing : Jum’at (6) + Pahing (9) = 15
Sabtu Pahing : Sabtu (9) + Pahing (9) = 18
Minggu Pon : Minggu (5) + Pon (7) = 12
Senin Pon : Senin (4) + Pon (7) = 11
Selasa Pon : Selasa (3) + Pon (7) = 10
Rabu Pon : Rabu (7) + Pon (7) = 14
Kamis Pon : Kamis (8) + Pon (7) = 15
Jum’at Pon : Jum’at (6) + Pon (7) = 13
Sabtu Pon : Sabtu (9) + Pon (7) = 16
Minggu Wage : Minggu (5) + Wage (4) = 9
Senin Wage : Senin (4) + Wage (4) = 8
Selasa Wage : Selasa (3) + Wage (4) = 7
Rabu Wage : Rabu (7) + Wage (4) = 11
Kamis Wage : Kamis (8) + Wage (4) = 12
Jum’at Wage : Jum’at (6) + Wage (4) = 10
Sabtu Wage : Sabtu (9) + Wage (4) = 13
Minggu Kliwon : Minggu (5)+ Kliwon (8) = 13
Senin Kliwon : Senin (4)+ Kliwon (8) = 12
Selasa Kliwon : Selasa (3)+ Kliwon (8) = 11
Rabu Kliwon : Rabu (7)+ Kliwon (8) = 15
Kamis Kliwon : Kamis (8)+ Kliwon (8) = 16
Jum’at Kliwon : Jum’at (6)+ Kliwon (8) = 14
Sabtu Kliwon : Sabtu (9)+ Kliwon (8) = 17
Begitulah cara menghitung dalam Perhitungan Djawa berdasarkan hari dan pasarannya. Karena halaman ini sudah penuh, dan kita perlu mendalaminya lebih dalam lagi terlebih dahulu.