Bahaya Aborsi Kandungan


Ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan peluang risiko kanker payudara, salah satunya genetik dan gaya hidup yang tak sehat. Tapi sebuah studi menyebutkan bahwa aborsi atau pengguguran kehamilan juga dapat membuat perempuan dikejar risiko kanker payudara.

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang kasusnya terus meningkat di seluruh dunia. Untuk menyebarkan kesadaran tentang penyakit berbahaya ini, perempuan di seluruh dunia pun mengenakan pita merah muda sepanjang bulan Oktober.

Ada dua jenis kanker payudara, yaitu Ductal carcinoma yang dimulai dalam tabung (saluran) dan Lobular carcinoma yang dimulai di bagian payudara (lobules). Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari usia, riwayat keluarga, siklus menstruasi yang tidak tepat, konsumsi alkohol yang berlebihan.

Hipotesis Abortion Breast Cancer (ABC) mengemukakan bahwa aborsi juga dapat menyebabkan kanker payudara. Ini karena ketika seorang wanita hamil, produksi estrogen (hormon wanita) meningkat. Peningkatan kadar estrogen inilah yang menyebabkan payudara semakin membesar. Proses laktasi dimulai dan ASI pun mulai terbentuk di payudara.

Namun jika Anda 'membatalkan' proses tersebut pada tahap pengembangan dengan jalan aborsi, penelitian mengatakan bahwa kemungkinan menderita kanker payudara semakin meningkat, seperti dilansir Boldsky, Senin (22/10/2012).

Dalam kasus-kasus terburuk, jika Anda melakukan aborsi pada trimester kedua atau ketiga, kemungkinan terkena kanker payudara menjadi lebih tinggi. Banyak peneliti dan studi sepakat dengan hipotesis aborsi dan kanker payudara ini.

Namun, sebuah studi pada tahun 1997 dalam New England Journal of Medicine membantah ABC dan melakukan survei terbesar pada kanker payudara. Dengan 1,5 juta peserta, New England Journal of Medicine berkesimpulan bahwa tidak ada hubungan independen antara kanker payudara dan aborsi.

Terlepas dari benar tidaknya hipotesis tersebut, setiap perempuan memang berisiko menderita kanker payudara bila menjalani pola hidup yang tidak sehat. Ancaman tersebut bahkan juga merembet pada kaum pria.

Saat ini kanker payudara masih menempati urutan kedua terbanyak yang diderita oleh kaum perempuan setelah kanker serviks (leher rahim). Karena itu penting bagi perempuan untuk bisa mengenali lebih dini ciri-ciri dari kanker payudara, sehingga jika ditemukan dalam stadium awal kesempatan untuk sembuhnya masih tinggi.

Salah satu cara untuk deteksi awal kanker payudara adalah dengan melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) yang dilakukan seminggu setelah menstruasi.

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) adalah melakukan beberapa hal berikut:

1. Perhatikan payudara dengan posisi kedua tangan di atas kepala kemudian kedua tangan di pinggang.

2. Angkat tangan kiri ke atas kepala.

3. Gunakan permukaan jari yang rata untuk meraba atau menekan payudara serta pastikan untuk menyentuh seluruh bagian payudara. Pola yang digunakan bisa dengan gerakan arah memutar, gerakan arah naik dan turun atau arah keluar dan masuk area putting. Usahakan menggunakan gerakan yang sama setiap bulannya.

4. Menekan setiap puting dengan lembut dan memperhatikan apakah ada cairan yang keluar.

5. Memeriksa daerah antara payudara dan ketiak serta payudara dan tulang dada sambil berbaring.

6. Mengulangi semua langkah tersebut untuk payudara yang sebelah kanan.

Penyebab Kantuk Meskipun Telah Tidur Cukup Lama


Walaupun malamnya sudah tidur cukup, bukan berarti lantas siang hari jadi kebal terhadap kantuk. Mengantuk di siang hari bukan hanya disebabkan oleh karena kecapekan atau kurang tidur, namun juga karena faktor lain yang luput dari perhatian.
Ilmuwan di Amerika Serikat baru saja menemukan bahwa kadar karbondioksida yang tinggi dapat mempengaruhi konsentrasi dan pengambilan keputusan. Penghasil utama karbondioksida di dalam ruangan adalah manusia. Jika kadarnya berlebihan, akibatnya akan mengganggu konsentrasi dan mudah mengantuk.

Dalam laporan yang dimuat jurnal Environmental Health Perspectives, para peneliti dari State University of New York dan the University of California menjelaskan bahwa kadar karbondioksida di luar ruangan adalah sekitar 380 bagian per juta (ppm). Namun di dalam ruangan, kadarnya bisa mencapai beberapa ribu ppm.

Di dalam kelas, konsentrasinya seringkali melebihi 1.000 ppm dan kadang-kadang bahkan melebihi 3.000 ppm. Dalam taraf ini, karbondioksida tidak berbahaya bagi kesehatan, namun dapat mempengaruhi kemampuan orang untuk berpikir atau membuat keputusan.

Peneliti juga menemukan bahwa konsentrasi karbondioksida di gedung perkantoran umunya tak lebih dari 1.000 ppm, kecuali di ruang pertemuan saat diadakannya rapat untuk waktu yang lama. Hal ini dapat menjelaskan mengapa orang jadi mudah mengantuk ketika rapat atau di dalam kelas, yaitu karena kadar karbondioksida meningkat drastis.

"Kami sebelumnya memiliki keyakinan bahwa kadar karbondioksida yang kami temukan di gedung-gedung tidak begitu penting dan tidak memiliki dampak langsung pada manusia. Jadi temuan ini cukup mengejutkan," kata peneliti, William Fisk seperti dilansir Daily Mail, Minggu (21/10/2012).

Dengan kadar karbondioksida sebanyak 1.000 ppm seperti yang sering dijumpai di kantor, relawan dalam penelitian sudah menunjukkan penurunan performa secara dramatis, yaitu hanya berhasil menyelesaikan 6 dari 9 tes yang diberikan. Performanya jadi jauh memburuk ketika kadar karbondioksida meningkat sampai 2.500 ppm.

"Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kadar 10.000 ppm dan 20.000 ppm merupakan tingkat di mana efeknya mulai terasa. Itulah mengapa temuan ini sangat mengejutkan," kata peneliti lainnya, Mark Mendell.

Para peneliti menjelaskan bahwa ada kemungkinan kelas yang ventilasinya buruk atau ruangan yang dijadikan sebagai tempat berkumpul banyak orang akan berakibat negatif bagi orang-orang di dalamnya. Buruknya sistem ventilasi seringkali merupakan konsekensi dari kebutuhan untuk menghemat energi

"Ketika ada dorongan untuk meningkatkan efisiensi energi, ada dorongan untuk membuat bangunan jadi lebih lebih sempit dan lebih murah untuk dikelola," kata dr Mendell.

Namun akibatnya, dr Mendell menjelaskan, risiko berupa efek buruk terhadap penghuninya justru terabaikan. Jika orang tidak bisa berpikir atau mengeluarkan kemampuannya dengan baik, maka dampak ekonominya justru dapat berbalik merugikan.

Penyebab Pikun Yang Sangat Cepat


Berkurangnya kemampuan otak dalam menyimpan memori tidak hanya disebabkan karena usia yang makin tua saja, hal-hal yang Anda anggap sepele seperti mendengkur dapat mencuri ingatan Anda secara perlahan-lahan.

Seperti dilansir Readersdigest, Senin (22/10/2012) berhati-hatilah terhadap 8 hal yang dapat meningkatkan risiko penurunan daya ingat otak agar tidak cepat pikun, berikut ini:
1. Tingginya kadar gula darah
Darah bertugas menyuplai nutrisi ke seluruh tubuh termasuk otak, sehingga mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Tetapi jika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, hal ini dapat mengganggu kinerja otak dan menurunkan kemampuan otak dalam menyimpan memori.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang menderita diabetes, lakukan uji kadar gula darah secara teratur dan perbaiki pola diet Anda dengan mengurangi makan makanan manis serta rajin berolahraga.

2. Kurangnya jam tidur
Otak membutuhkan istirahat agar dapat mengoptimalkan kemampuannya menyimpan memori. Dalam suatu penelitian diketahui bahwa orang yang jam tidurnya kurang dari 6 jam per hari, memiliki nilai yang rendah pada tes memori jangka pendek.

Perbaiki hal ini dengan menjadikan tidur sebagai prioritas dan memastikan memiliki jam tidur sebanyak 7-8 jam per harinya. Tidur yang cukup dapat memicu proses penyimpanan memori dalam otak.

3. Mendengkur
Tidur mendengkur telah dikaitkan dengan penurunan daya ingat otak karena mendengkur dapat menghambat suplai oksigen ke sel-sel otak selama beberapa detik pada suatu waktu. Menurut penelitian, pria paling sering mendengkur daripada wanita, selain itu kelebihan berat badan atau usia yang lebih dari 40 tahun juga merupakan faktor risiko mendengkur.

Jika Anda terus-menerus mendengkur dan merasa kelelahan setiap kali bangun tidur, konsultasikan ke dokter apakah hal tersebut merupakan gejala apnea. Anda mungkin perlu memakai perangkat medis ketika tidur agar udara dapat mengalir secara konstan ke lubang hidung melalui selang kecil, untuk mencegah gangguan berbahaya karena kurangnya oksigen.

4. Mudah lelah
Orang yang mudah sekali merasa kelelahan mungkin memiliki masalah pada kelenjar tiroidnya. Hormon tiroid berfungsi mengontrol metabolisme, tapi jika kadarnya terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mengganggu fungsi normal sel-sel otak dalam menyimpan memori.

Tiroid yang terlalu aktif dapat menyebabkan otak melewatkan memori yang seharusnya disimpan, sementara tiroid yang lamban dapat menyebabkan otak membutuhkan waktu yang lebih lama dalam merespon pesan yang masuk ke otak.

Jika Anda mudah sekali merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas yang berat, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui apakah hal tersebut disebabkan oleh gangguan pada kelenjar tiroid.

5. Usia lebih dari 65 tahun
Semakin tua usia seseorang, tubuhnya akan semakin sulit menyerap vitamin B12 dari makanan, padahal kurangnya asupan vitamin ini dapat meningkatkan risiko penyakit otak yang serius, seperti Alzheimer. Sebanyak 20 persen dari orang dengan usia lebih dari 65 tahun memiliki kadar B12 yang rendah.

Ketika Anda memasuki usia paruh baya, periksakan tingkat B12 Anda ke dokter dan mungkin dokter dapat menyarankan untuk mengambil suplemen B12.

6. Depresi
Orang dengan depresi berat dapat kehilangan sel-sel otak. Semakin lama depresi berlangsung, akan lebih banyak sel-sel otak yang hilang di daerah-daerah penting untuk menyimpan memori. Segera atasi stres sesegera mungkin sebelum berkembang menjadi depresi dan merusak otak.

7. Penggunaan obat alergi atau obat tidur
Kebanyakan obat resep untuk insomnia, inkontinensia, alergi, dan kram perut dapat mengganggu zat kimia dalam otak yang penting dalam menyimpan
memori. Jika Anda telah berusia paruh baya, hindari konsumsi obat-obatan, yang disebut antikolinergik karena dapat menyebabkan penurunan kekuatan mental dan membuat Anda menjadi pelupa.

8. Mengonsumsi berbagai macam obat
Orang yang terlalu banyak mengonsumsi berbagai macam obat dalam satu waktu atau yang disebut polifarmasi dapat berisiko mengganggu kinerja otak dalam mengolah memori. Jangan mengambil lain yang tidak disarankan oleh dokter dan pastikan dokter tahu semua obat yang Anda minum.<

Penyakit Yang Menyerang Secara Diam-Diam


Seseorang yang tampak sehat dari luarnya, mungkin mengidap penyakit tertentu di dalamnya. Beberapa penyakit mungkin telah lama mengintai Anda tanpa Anda sadari karena tidak memiliki gejala tertentu atau gejalanya tidak spesifik.

Waspadai 9 penyakit yang dikenal dengan silent disease ini agar Anda mendapatkan diagnosa yang tepat sebelum terleambat, seperti dilansir womansday, Senin (22/10/2012) antara lain:

1. Defisiensi atau kekurangan vitamin D
Kurangnya kebutuhan vitamin D tidak menimbulkan gejala tertentu dan seringkali kurang begitu diperhatikan oleh abnyak orang. Padahal kekurangan vitamin D berkontribusi dalam meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, beberapa jenis kanker dan juga penyakit autoimun, seperti multiple sclerosis.

Vitamin D juga membantu tubuh dalam menyerap kalsium, sehingga kurang D dapat berakibat buruk bagi tulang. Periksakan ke dokter untuk mengetahui apakah tubuh telah cukup vitamin D, dokter biasanya akan menyarankan untuk mengambil suplemen vitamin D jika Anda kekurangan.

2. Osteoporosis
Penyakit melemahnya tulang ini sering disebut dengan silent disease atau penyakit tanpa gejala. Seiring bertambahnya usia, seseorang akan semakin kehilangan massa otot, apalagi jika tidak diimbangi oleh asupan vitamin D dan nutrisi yang cukup seperti kalsium.

Osteoporosis tidak ditandai rasa sakit atau ketidaknyamanan pada tulang dan biasanya diketahui jika tulang telah rapuh dan mudah patah oleh gerakan yang sedikit ekstrim. Cegah dengan perbanyak asupan kalsium dari susu, yoghurt atau keju, atau Anda juga dapat mengambil suplemen kalsium yang disarankan oleh dokter.

3. Hipotiroidisme
Kelenjar tiroid dapat menghasilkan hormon thyroid-stimulating hormone (TSH) yang membantu mengatur metabolisme tubuh. Jika kelenjar tiroid tidak aktif dalam memproduksi hormon, seseorang akan mengalami hipotiroidisme.

Rendahnya hormon tiroid juga dapat menyebabkan penambahan berat badan, penyakit jantung, kolesterol, infertilitas, depresi, kerusakan saraf, dan cacat lahir. Hipotiroidisme memiliki gejala tetapi tidak spesifik sehingga tidak banyak orang yang menyadari kondisi ini seperti kelelahan dan tidak tahan dingin.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan masalah tiroid, atau gejala terkait, mintalah dokter untuk memeriksa kadar TSH Anda melalui tes darah. Pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia 35 tahun setiap lima tahun sekali.

4. Diabetes tipe-2
Jika tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang cukup untuk memecah glukosa, kadar glukosa yang tinggi dapat menyebabkan diabetes tipe-2.
Penyakit ini muncul secara bertahap, biasanya diawali oleh produksi insulin di pankreas yang melambat. Penyakit ini dapat merusak mata, jantung, ginjal, dan ujung saraf.

Diabetes mungkin telah Anda miliki dalam waktu yang sangat lama tanpa Anda ketahui. Jika Anda memiliki faktor risiko diabetes seperti kelebihan berat badan atau riwayat keluarga, periksakan kadar gula dalam darah Anda setiap beberapa bulan sekali secara teratur.

5. Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dan kelebihan berat badan. Kondisi ini terjadi jika darah terlalu banyak menekan dan mendorong dinding arteri. Hipertensi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi termasuk serangan jantung, stroke dan penyakit ginjal.

Seseorang dapat mengalami hipertensi tanpa gejala selama bertahun-tahun sebelum diagnosis. Sehingga pemeriksaan fisik tahunan sangat diperlukan meski Anda sedang dalam keadaan sehat, tujuannya untuk memastikan tekanan darah Anda normal yaitu sekitar 120/80 mm Hg.

6. Kolesterol tinggi
Baik itu disebabkan karena faktor genetik atau keturunan maupun pola makan yang buruk, peningkatan kolesterol jahat dalam darah dapat menyumbat arteri dan mengganggu aliran darah ke organ-organ vital seperti otak dan jantung.

Sehingga kolesterol tinggi dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Tingkat kolesetrol hanya dapat diketahui melalui tes darah yang dapat Anda periksakan secara rutin tiap 5 tahun sekali.

Jika kolesterol Anda tinggi, dokter akan merekomendasikan perubahan diet sebagai pengobatan awal atau mungkin akan meresepkan obat penurun kolesterol yang dapat menghambat enzim yang digunakan untuk memproduksi kolesterol.

7. Fibromyalgia
Fibromyalgia adalah rasa sakit kronis yang dialami oleh kepala sampai ke kaki. Otak memperkuat sensasi tubuh secara teratur dan menafsirkannya sebagai rasa nyeri. Tapi fibromyalgia sulit untuk didiagnosa, karena tidak ada tes tertentu untuk mendeteksi gangguan ini.

Untungnya, fibromyalgia tidak mengancam jiwa dan dipengaruhi oleh faktor risiko seperti riwayat keluarga yang mengidap fibromyalgia, memiliki gangguan rematik, mengidap penyakit menular, seperti Lyme, dan peristiwa traumatik di masa lalu, seperti kecelakaan.

8. Anemia
Kondisi ini disebabkan karena penurunan jumlah sel darah merah. Gejala anemia sangat halus seperti mudah lelah meski tidak melakukan aktivitas yang berat. Kurangnya sel darah merah menyebabkan kurangnya suplai oksigen ke organ vital yang meningkatkan risiko serangan jantung.

Segera periksakan kondisi Anda ke dokter jika Anda sering merasa kelelahan, terutama jika Anda mengalami menstruasi berat atau gangguan usus, seperti penyakit Crohn yang sering dihubungkan anemia. Bahkan mudah berubahnya suasana hati juga dapat menjadi tanda-tanda anemia.

9. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)
Kondisi ketidakseimbangan hormon, yang mencegah ovulasi dan menyebabkan jarak antar menstruasi yang terlalu panjang. Wanita muda yang periode menstruasinya tidak teratur harus waspada terhadap PCOS.

Bahkan, banyak wanita tidak menyadari masalah ini sampai dirinya kesulitan untuk hamil. PCOS dapat menyebabkan kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung dan kanker endometrium. Jika siklus menstruasi Anda lebih pendek atau lebih panjang dari 28 hari dan tumbuh rambut yang abnormal pada dada dan wajah, segera beritahu dokter.

Cara Menghadapi Penyakit Asam Urat


Penyakit asam urat (gout) adalah penyakit yang menyerang sendi dan tendon akibat timbunan kristal urat. Timbunan kristal urat tersebut disebabkan deposit asam urat yang lama-kelamaan membentuk kristal pada sendi atau tendon yang terkena sehingga mengakibatkan peradangan.
Asam urat memiliki tanda-tanda mirip artritis, yakni nyeri sendi, terutama di jempol kaki, yang kemudian merambat ke persendian kaki. Umumnya orang yang berusia 35 tahun ke atas rawan terkena penyakit ini.
Kendati bisa dikendalikan dengan obat, sebenarnya penderita asam urat wajib melakukan diet ketat terhadap makanan pencetus purin. Ada beberapa cara agar Anda dapat terhindar dari risiko terkena gout dan mengalami lonjakan kadar asam urat. Berikut beberapa di antaranya:

1. Menerapkan pola makan sehat seimbang dengan memilih karbohidrat kompleks (buah, sayuran, beras merah), protein tanpa lemak (tahu), dan lemak esensial yang sehat.
2. Kenali makanan rendah purin. Pisang, seleda, peterseli, kol merah, kubis, paprika mesh, dan buah asam termasuk makanan yang baik untuk pasien gout. Sayuran seperti bayam, asparagus, jamur, kacang polong, dan kembang kol mengandung purin dalam kadar sedang sehingga tidak terlalu memengaruhi kadar asam urat dalam darah.
3. Konsumsi makanan yang memiliki zat penurun asam urat dan mengurangi peradangan, seperti buah beri (bluberi, stroberi), tahu, dan minyak zaitun. Bawang putih sering disebut herbal ajaib karena dapat membantu menangani berbagai penyakit dan bermanfaat dalam banyak fungsi tubuh. Mengonsumsi 3-5 siung bawang putih sehari dapat membantu mengatasi gout dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Sementara peterseli juga bersifat diuretik (peluruh kencing) sehingga dapat membantu menggelontor asam urat dari tubuh. Sayuran ini bisa dikonsumsi segar atau diseduh seperti teh.
4. Minum teh dan kopi. Menurut penelitian dari Boston University dan Harvard Medical School, minum 2-4 cangkir teh dapat menurunkan risiko gout pada perempuan sekitar 22 persen. Sementara minum empat cangkir kopi per hari, menurut penelitian serupa, seperti dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi Agustus 2010, dapat memangkas risiko terbentuknya asam urat sebanyak 50 persen lebih.
5. Manfaatkan herbal alami. Sambiloto (Andrographis paniculata nees) bersifat diuretik dan antiinflamasi (anti-peradangan) sehingga dapat membantu mengatasi radang sendi pada gout. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) mengandung zat germakron yang bersifat antiinflamasi juga. Lada hitam (Pipernigrum) dapat meningkatkan urinasi dan bersifat antiinflamasi. Daun tempuyung (Sonchus arvensis)  memiliki senyawa flavonoid yang bersifat antioksidan yang dapat menghambat kerja enzim kesatin oksidase dan reaksi superoksida sehingga pembentukan asam urat bisa dihambat atau dikurangi.
6.  Banyak minum air putih. Minum delapan gelas sehari atau ditambah jus buah segar (tomat, jeruk, nanas, dan lain-lain).
7. Olahraga teratur. Berlatihah 4-5 kali seminggu selama 30-45 menit setiap latihan. Bisa memilih latihan yang gampang, seperti jalan kaki atau joging.
8. Kurangi berat badan jika berlebihan.
9. Hindari makanan tinggi purin, seperti ikan teri jengki, sarden, ikan hering, ragi jeroan (ginjal, hati, paru, babat, iso), kacang goreng, ekstrak daging, dan lain-lain, juga bir dan minuman beralkohol.


Sumber : KOMPAS

Sekilas Tentang Asam Urat (Rematik Gout)


Asam urat atau rematik gout (gout artritis) adalah hasil dari metabolisme tubuh oleh salah satu protein, purin dan ginjal. Dalam kaitan ini, ginjal berfungsi mengatur kestabilan kadar asam urat dalam tubuh dimana sebagian sisa asam urat dibuang melalui air seni.

Namun bila asam urat berlebihan dan ginjal tidak mampu lagi mengatur kestabilannya, maka asam urat in akan menumpuk pada jaringan dan sendi. Pada saat kadar asam urat tinggi, akan timbul rasa nyeri yang hebat terutama pada daerah persendian.

Asam urat dapat diobati agar kadar dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka penderita harus mengontrol makanan yang dikonsumsi atau menghindari makanan yang banyak mengandung purin.

Asam urat sudah dikenal sejak 2.000 tahun yang lalu dan menjadi salah satu penyakit tertua yang dikenal manusia. Dulu, penyakit ini juga disebut “penyakit para raja” karena penyakit ini diasosiasikan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang enak-enak.

Setiap orang dapat terkena penyakit asam urat. Tetapi umumnya, banyak dialami para pria, sedangkan pada perempuan persentasenya kecil dan baru muncul setelah menopause. Kadar asam urat kaum pria cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Pada wanita, peningkatan itu dimulai sejak masa menopause. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejalanya.

Gejala Asam Urat

Kesemutan dan linu
Nyeri terutama pada malam hari atau pagi hari saat bangun tidur.
Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.
Solusi Mengatasi Asam Urat

Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.
Kontrol makanan yang dikonsumsi.
Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.
Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)

Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau. 
Obat Traditional Asam Urat :

Sirsak. Dimakan begitu saja atau dijuice, dimakan/minum tiap hari
Daun salam 7 lembar direbus dengan dua gelas air, sampai tinggal 1 gelas,  diminum pagi dan sore
labu siam diparut kemudian disaring diambil airnya diminum tiap hari.
Cuka apel yang sudah jadi dan dicampur madu dengan ukuran satu sendok madu ditambah 2 sendok makan cuka apel plus air hanagt dan diminum selama 1 minggu
kentang mentah dan apel malang dijuice.(berbagai sumber/Ijs)

Akibat Orang Tua Ribut Di Depan Anak, Anak Jadi Gemar Menumpuk Hutang?


Pertengkaran rumah tangga memang hal yang wajar, misalnya saja bertengkar soal uang. Kalaupun toh terjadi, sebaiknya jangan dilakukan di depan sang buah hati. Sebuah penelitian menemukan bahwa anak yang sering melihat orangtuanya bertengkar karena uang nantinya akan jadi gemar berutang.
Alasan yang mendasari kecenderungan ini adalah karena rumah tangga yang penuh pertengkaran membuat anak jadi mudah depresi, antisosial dan melukai dirinya sendiri ataupun orang lain. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa pertengkaran orangtua mengenai masalah keuangan di depan anak dapat menyebabkan anak menumpuk utang saat dewasa.

Para peneliti dari East Carolina University mensurvei lebih dari 400 orang mahasiswa dari 7 universitas di Amerika. Kesemua peserta ditanya tentang utang kartu kreditnya, jumlah kartu kredit yang dimiliki dan pengetahuan keuangan secara umum. Peserta juga ditanya tentang interaksinya dengan orangtua selama kanak-kanak dan remaja.

Dalam laporan yang dimuat Journal of Family and Economic Issues, para peneliti menemukan bahwa dua pertiga dari seluruh peserta memiliki kartu kredit. Hampir sepertiga dari seluruh peserta memegang kartu kredit lebih dari satu.

Peserta yang mengaku sering mendengar orangtuanya bertengkar mengenai uang memiliki kemungkinan 2 kali lipat lebih besar memegang kartu kredit lebih dari satu dibandingkan peserta yang tidak mendengar orangtuanya ribut soal uang.

Mahasiswa yang mengaku punya kartu kredit lebih dari satu juga 3 kali lipat lebih besar kemungkinannya menimbun utang kartu kredit melebihi US$ 500 atau sekitar Rp 4,8 juta.

"Kita perlu menemukan cara yang efektif untuk meningkatkan perilaku finansial yang positif dari para mahasiswa, terutama yang berhubungan dengan penggunaan kartu kredit. Kita perlu membantu siswa dan orangtuanya mempelajari keterampilan keuangan dan membentuk perilaku yang sehat di usia dini untuk mencegah munculnya penggunaan uang yang buruk," kata peneliti seperti dilansir Medical Daily, Minggu (21/10/2012).

Oleh karena itu, para peneliti memberikan saran agar para pemegang kartu kredit dapat memanfaatkan kartunya dengan cerdas, yaitu:
Kartu kredit hanya digunakan untuk keadaan darurat
Pelajari cara peminjaman dan menabung uang dengan baik
Hindari pengeluaran biaya tambahan sebisa mungkin seperti biaya ATM, biaya penarikan dan biaya transfer
Tentukan batas penggunaan uang
Tanyakan apakah ada diskon ke manapun berbelanja

Aneka Spesies Semut

Read or download MENJELAJAH DUNIA SEMUT


Meski tampak serupa, semut terbagi dalam banyak spesies berdasarkan gaya hidup dan ciri-ciri fisiknya. Makhluk hidup ini sebenarnya memiliki sekitar 8.800 spesies. Setiap spesies juga memiliki sifat yang patut dikagumi. Sekarang mari kita bahas beberapa spesies tersebut, gaya hidup dan ciri-cirinya.

Semut Pemotong Daun

Semut pemotong daun sedang bekerja.
Ciri-ciri khusus semut pemotong daun, yang juga disebut "Atta", adalah kebiasaan mereka membawa potongan daun yang mereka potong di atas kepalanya. Semut ini bersembunyi di bawah daun, yang sangat besar dibandingkan ukuran tubuh mereka. Daun ini mereka tahan dengan dagu yang terkatup rapat. Oleh karena itu, perjalanan pulang semut pekerja setelah bekerja seharian memberi pemandangan sangat menarik. Orang yang melihatnya akan merasa seolah lantai hutan menjadi hidup dan berjalan. Di hutan hujan, pekerjaan mereka mengambil sekitar 15 persen produksi daun. Alasan mereka membawa potongan daun tentu saja bukan untuk perlindungan dari matahari. Semut ini juga tidak memakan potongan daun. Lalu, bagaimana mereka memanfaatkan begitu banyak daun?

Ternyata Atta menggunakan daun untuk memproduksi jamur. Daun itu sendiri tidak dapat mereka makan karena di dalam tubuh mereka tak ada enzim yang dapat mencerna selulosa dalam daun. Semut pekerja menumpuk potongan daun setelah ia kunyah, dan ia simpan di ruang-ruang dalam sarang di bawah tanah. Di ruangan ini mereka menanam jamur di atas daun. Dengan ini, mereka memperoleh protein yang mereka butuhkan dari pucuk jamur.


Namun, jika Atta disingkirkan, kebun itu biasanya mulai rusak dan segera tersaingi jamur liar. Lalu, bagaimana Atta, yang membersihkan kebunnya hanya sebelum "penanaman", terlindung dari jamur liar? Cara menjaga kultur murni jamur tanpa harus selalu disiangi tampaknya bergantung pada air liur yang dimasukkan semut ke dalam kompos saat mereka mengunyah. Diduga air liur tersebut mengandung antibiotik yang menghambat pertumbuhan jamur yang tak diinginkan. Air liur juga mungkin mengandung zat pendukung pertumbuhan untuk jamur yang tepat. Yang harus direnungkan adalah: Bagaimana semut ini belajar membudidayakan jamur? Apakah mungkin, pada suatu hari seekor semut kebetulan mengambil daun dengan mulutnya dan mengunyah-nya? Lalu secara kebetulan lagi ia menempatkan cairan yang kini mirip bubur ini di atas lapisan daun kering yang benar-benar secara kebetulan merupakan lahan yang cocok? Dan semut lain membawa potongan jamur dan menanamnya di situ? Dan akhirnya semut itu tahu di situ akan tumbuh sejenis makanan yang dapat mereka makan, sehingga mereka mulai membersihkan kebun, membuang bahan yang tak perlu, dan me-manennya? Lalu mereka menyampaikan proses ini kepada seluruh kolo-ni satu per satu? Selain itu, mengapa mereka membawa semua daun itu ke sarang meskipun tak dapat mereka makan?

Selanjutnya, bagaimana semut ini mampu menciptakan air liur yang mereka gunakan saat mengunyah daun untuk memproduksi jamur? Kalaupun misalnya mereka entah bagaimana dapat membentuk air liur ini, dengan informasi apa mereka dapat memproduksi antibiotik dalam air liur mereka yang mencegah terbentuknya jamur liar? Bukankah diperlukan pengetahuan ilmu kimia yang signifikan untuk bisa mencapai proses seperti itu? Andaipun mereka memiliki pengetahuan itu - yang mustahil terjadi - bagaimana mereka bisa mene-rapkannya dan mem-buat air liur mereka memiliki ciri-ciri zat antibiotik ini?

Akibat simbiosis antara semut pemotong daun dan jamur, semut memperoleh protein yang mereka butuhkan untuk gizi dari tunas jamur yang mereka tanam di daun. Di atas terlihat kebun jamur yang dirawat semut.
1) Di dalam sarang, pekerja yang lebih kecil memotong daun kecil-kecil.
2) Kasta berikut mengunyah potongan ini menjadi pulp dan memupuknya dengan simpanan cairan feses yang kaya enzim.
3) Semut-semut lain menyediakan pasta daun subur di atas lapisan daun kering di ruang baru.
4) Kasta lain mengangkut potongan jamur dari ruang lama dan menanamnya dalam pasta daun. Potongan jamur dioleskan pada pasta daun seperti lapisan gula kue.
5) Kasta kerdil berkerumun membersihkan dan menyiangi kebun, lalu memanen jamur untuk dimakan semut lain.

Jika kita pikirkan bagai-mana semut dapat mewujudkan peristiwa mukjizat ini, akan muncul ratusan pertanyaan serupa, yang satu pun tak ada jawabannya.

Di lain pihak, jika di-berikan satu penjelasan, semua pertanyaan ini bisa dijawab. Semut telah di-rancang dan diprogram untuk mengerjakan tugas yang mereka laksanakan. Peristiwa yang diamati tadi sudah cukup untuk membuktikan bahwa semut dimunculkan, dengan mengetahui ilmu pertanian. Pola perilaku kompleks seperti ini bukanlah fenomena yang bisa berkembang bertahap seiring waktu. Pola-pola ini adalah hasil dari pengetahuan yang komprehensif dan kecerdasan yang tinggi. Maka dari itu, klaim evolusionis bahwa perilaku menguntungkan diseleksi seiring waktu dan organ yang diperlukan berkembang melalui mutasi, kini tampak sama sekali tidak masuk akal. Tentu hanya Allah yang memberikan pengetahuan ini kepada semut dari hari pertama, dan Yang menciptakan mereka dengan segala segi yang menakjubkan ini. Allahlah sang Pencipta. Berbagai keunikan semut Atta yang di atas memberikan suatu gambaran yang akan sering kita temui di seluruh buku ini. Kita membicarakan suatu makhluk hidup tanpa kemampuan berpikir, tetapi tetap saja dapat menyelesaikan tugas besar yang memperlihatkan adanya kecerdasan tinggi. Hal ini tak terbayangkan oleh manusia.

Lalu, apa arti semua ini?
Jawabannya hanya satu dan sederhana: Jika hewan ini tidak memi-liki kemampuan berpikir untuk memungkinkannya melakukan apa yang ia lakukan, berarti ada kecerdasan, ada Kebijakan sosok lain. Sang Pencipta, yang menciptakan semut, menjadikan pula hewan ini mampu melakukan hal-hal di luar kapasitasnya sendiri. Demikianlah Dia me-nunjukkan keberadaan-Nya dan keunggulan dalam ciptaan-Nya. Semut bertindak menurut ilham Allah dan kecerdasan yang ditampilkan sebenarnya adalah kearifan Allah.


 Dalam gambar di bawah, seekor Atta, ditemani penjaganya yang berukuran kecil, membawa selembar daun.

Sebenarnya, hal serupa terlihat di seluruh dunia hewan. Kita ber-temu berbagai makhluk yang menampilkan kecerdasan yang sangat tinggi meskipun mereka tak memiliki pikiran yang mandiri atau kapa-sitas nalar. Semut adalah salah satu hewan yang paling mencolok dan seperti hewan lain, sebenarnya bertindak sesuai dengan program yang diberikan oleh Kehendak yang melatihnya. Ini mencerminkan kearifan dan kekuasaan si Pemilik Kehendak, yakni Allah.
Sekarang mari kita lanjutkan meninjau keterampilan unggul semut, yang memiliki pengetahuan dasar.

Metode Pertahanan Atta yang Menarik
Pekerja berukuran sedang dari koloni semut pemotong daun melewatkan hampir seluruh hari mereka membawa daun. Mereka jadi sulit membela diri selama kegiatan ini, karena mereka memegang daun dengan dagu yang biasa mereka gunakan untuk membela diri. Jadi, jika mereka tak mampu membela diri, siapa yang melindungi mereka?
Telah diamati bahwa semut pekerja pemotong daun selalu berjalan ditemani pekerja yang berukuran lebih kecil. Pada mulanya ini diper-kirakan hanya kebetulan. Lalu, alasan di balik hal ini diteliti dan temuan-nya, yang merupakan hasil analisis yang panjang, adalah contoh kerja sama yang menakjubkan.

Semut berukuran sedang, yang bertu-gas membawa daun, menggunakan sis-tem pertahanan yang menarik untuk melawan jenis lalat musuh. Lalat musuh ini memilih tempat khusus untuk berte-lur pada kepala se-mut. Tempayak yang menetas dari telur ini akan mema-kan kepala semut, dan pada akhirnya memenggalnya. Tanpa asistennya yang kecil, semut pekerja tak berdaya melawan spesies lalat yang selalu siap menyerang ini. Dalam keadaan normal, semut mampu mengusir lalat yang mencoba mendarat di tubuh mereka dengan rahang setajam gunting. Namun, ia tak dapat melaku-kannya selagi membawa daun. Oleh karena itu, ia menaruh semut lain pada daun yang dibawanya untuk membelanya. Jika diserang, para penjaga kecil ini bertarung melawan musuh.

Jalan Raya Atta
Jalan yang digunakan Atta, saat membawa pulang daun yang me-reka potong, mirip jalan raya mini. Semut yang merayap perlahan di jalan ini mengumpulkan semua ranting, kerikil kecil, rumput, dan tumbuhan liar dan menyingkirkannya ke satu sisi. Dengan demikian, mereka membuat jalan bersih bagi mereka sendiri. Setelah lama bekerja secara intensif, jalan raya ini menjadi lurus dan mulus, seolah dibangun dengan alat khusus.

    Selagi membawa daun yang mereka potong, Atta membersihkan jalan yang mereka gunakan dari segala macam potongan ranting, kerikil, dan sisa rumput. Jadi, mereka menyiapkan semacam “jalan raya” bagi diri mereka sendiri.
Koloni Atta terdiri atas pekerja sebesar butir pasir, prajurit yang beberapa kali lipat lebih besar, dan "pelari maraton" berukuran sedang. Pelari maraton ini berlari membawa potongan daun ke sarang. Semut-semut ini begitu rajin sehingga, dengan ukuran manusia, setiap pekerja bagaikan orang yang berlari menempuh jarak satu mil per empat menit sepanjang 50 km, sambil memanggul 227 kg di bahunya.

Dalam sarang Atta, ada ruang-ruang sebesar kepalan tangan sedalam hingga 6 meter. Pekerja mini bisa memindahkan sekitar 40 ton tanah saat menggali sejumlah besar ruangan dalam sarang mereka yang besar. Pembangunan sarang selama beberapa tahun oleh semut ini memiliki tingkat kesulitan dan standar profesionalisme tinggi yang setara dengan pembangunan Tembok Besar Cina oleh manusia.

Inilah bukti bahwa Atta tidak bisa dipandang sebagai makhluk seder-hana yang biasa. Semut, pekerja sangat keras, mampu merampungkan tugas rumit yang sulit dilakukan manusia. Sesungguhnya satu-satunya Pemilik kekuasaan yang bisa memberi mereka keterampilan seperti ini adalah Allah. Sungguh tidak logis jika kita mengatakan bahwa mereka memperoleh semua keterampilan ini sendiri dan dengan kemauan sendiri.

Teknik Semut Atta Memotong Daun
Saat semut memotong daun dengan mandibula (rahang), seluruh tubuhnya bergetar. Para ilmuwan mengamati bahwa getaran ini mem-buat daun diam, sehingga memudahkan pemotong-an. Pada saat yang sama, bunyi ini dapat menarik perhatian para pekerja lain - semuanya betina - ke tempat tersebut untuk me-nyelesaikan memotong seluruh daun. Si semut menggosokkan dua organ kecil pada perutnya untuk menghasilkan getaran ini, yang bisa didengar manu-sia sebagai bunyi yang sangat lirih. Getaran ini di-kirim melalui tubuh hingga mencapai mandibula se-mut yang mirip arit. Dengan menggetarkan bokongnya secara cepat, semut ini memotong daun berbentuk sabit dengan menggetarkan mandibula, mirip dengan pisau listrik.

Teknik ini memudahkan pemotongan daun. Namun, diketahui bahwa getaran ini juga memiliki tujuan lain. Seekor semut yang memotong daun akan menarik semut lain ke tempat yang sama karena banyak tumbuhan lain di daerah tempat tinggal Atta beracun. Karena menguji setiap daun oleh masing-masing semut merupakan prosedur yang berisiko tinggi, mereka selalu pergi ke tempat di mana semut lain telah berhasil merampungkan tugas mereka.

Semut Penenun
Semut penganyam hidup di pohon, membangun sarang dari daun. Dengan mengombinasikan daun, mereka mampu membentuk satu sarang di beberapa pohon, sehingga bisa mendukung populasi yang jauh lebih besar.
Tahap-tahap pembangunannya menarik. Pertama, pekerja mencari sendiri-sendiri lokasi di wilayah koloni yang cocok untuk perluasan. Kalau menemukan batang yang cocok, mereka menyebar ke dedaunan batang tersebut dan menarik dedaunan itu dari samping. Setelah berhasil membengkokkan sebagian daun, para pekerja di dekatnya bergerak menghampiri dan menarik daun itu bersama-sama. Jika daunnya lebih lebar daripada ukuran semut, atau jika perlu menarik dua daun sekaligus, para pekerja membentuk jembatan hidup di antara dua titik yang akan disatukan. Setelah itu, sebagian semut dalam rantai ini menaiki pung-gung semut di sebelahnya, sehingga memendekkan rantai, dan ujung-ujung daun pun disatukan. Ketika daun sudah berbentuk tenda, sebagian semut terus memegang daun dengan kaki dan rahang, sementara yang lain kembali ke sarang lama dan membawa ke situ larva yang dibesarkan secara khusus. Para pekerja menggosokkan larva maju-mundur pada penyatuan daun, dengan menggunakan larva sebagai sumber sutra. Dengan sutra yang disekresikan dari lubang di bawah mulut larva, daun-daun pun menempel di tempat yang diperlukan. Artinya, larva diguna-kan sebagai mesin jahit.
     
Fase-fase pembangunan sarang oleh semut penenun… Dalam fase pertama, si semut memilih daun yang tepat pada pohon yang mereka ingin jadikan tempat membangun sarang, dan menyatukannya dengan menarik dari dua sisi. Kemudian, mereka membawa larva produsen sutra, seperti yang ditunjukkan di bawah, dan menjahit daunnya menjadi satu dengan menggunakan larva tersebut sebagai mesin jahit.


Sarang daun yang disiapkan untuk memenuhi semua persyaratan.
Larva ini, yang dibesarkan untuk tali sutranya, memiliki kelenjar sutra yang lebih besar dari rata-rata, tetapi mudah dibawa karena ukuran-nya lebih kecil. Larva ini memberikan semua sutranya untuk kebutuhan koloni, alih-alih menggunakannya sendiri. Alih-alih memproduksi sutra perlahan-lahan dari kelenjar sutra tersebut, mereka menyekresi sutra da-lam jumlah besar pada satu saat tertentu, dan bahkan tidak membangun kepompong sendiri. Selama sisa hidupnya, semut pekerja akan melaku-kan apa-apa yang biasa dilakukan larva untuk mereka. Kenyataannya, larva ini hidup hanya sebagai "produsen sutra".

Bagaimana semut dapat mengembangkan kerja sama seperti ini tak bisa dijelaskan oleh para ilmuwan. Hal lain yang tak dapat dijelaskan adalah bagaimana perilaku ini pertama kali muncul selama masa evolusi yang diduga orang. Prinsip-prinsip dasar evolusi tidak akan dapat men-jelaskan bagaimana hal-hal yang begitu canggih dan bermanfaat seperti halnya fenomena sayap serangga, mata vertebrata, dan mukjizat biologis lainnya bisa berkembang melalui evolusi dari makhluk hidup pertama. Ini merupakan jalan buntu bagi para pembela evolusi.

Tentu saja tidak logis kalau kita mengatakan bahwa pada suatu hari para larva berkumpul dan berkata, "Sebagian di antara kita harus memproduksi sutra untuk memenuhi kebutuhan seluruh koloni, jadi mari kita sesuaikan berat dan kelenjar sutra kita untuk itu." Teori seperti ini tentu bukan teori yang cerdas. Oleh karena itu, kita harus mengakui bahwa larva itu diciptakan dengan mengetahui apa yang harus dilakukan. Dengan kata lain, Allah, yang menciptakan larva ini, membentuk mereka sedemikian sehingga mereka cocok untuk tugas mereka.

Semut Pemanen
Sebagian semut, seperti yang telah disebutkan, adalah "petani" kawakan. Di antaranya bisa disebut semut pemanen, selain Atta yang kita bahas sebelumnya.
   
Semut pemanen membawa benih berkarbohidrat ke ruangan khusus dan mengubahnya menjadi bentuk yang digunakan sebagai gizi bagi pekerja. Di ruang-ruang dalam gambar di atas, benih yang akan digunakan pada musim kemarau disimpan oleh semut panen.

Mekanisme pemberian makan di antara semut pemanen ini cukup canggih dan rumit, jika dibandingkan dengan mekanisme pemberian makan jenis semut lain. Mereka mengumpulkan benih dan menyim-pannya dalam ruangan yang disiapkan secara khusus. Benih-benih ini, yang mengandung karbohidrat, digunakan untuk memproduksi gula yang akan memberi makan larva dan pekerja lain. Sementara banyak semut menggunakan benih dan biji sebagai makanan, hanya semut pemanen yang memiliki sistem yang berdasarkan pada pengumpulan dan pemrosesan benih.

Semut ini mengumpulkan benih pada musim tumbuh dan menyim-pannya untuk digunakan pada musim kemarau. Di ruangan khusus dalam sarang, mereka menyortir benih dari benda-benda lain yang keliru dibawa pulang. Beberapa kelompok semut tinggal dalam sarang jam demi jam, mengunyah isi benih sehingga menghasilkan sesuatu yang disebut roti semut. Dulu diduga bahwa semut menggunakan proses, yang di-pelajari melalui pengalaman, untuk mengubah karbohidrat benih menjadi gula yang akan mereka makan. Kini diketahui bahwa air liur melimpah yang mereka sekresikan selagi mengunyah inilah yang melaksanakan pengubahan ini.

Semut yang kita bahas di sini tentu saja belum pernah dididik tentang ilmu kimia. Mereka pun tak mungkin tahu bahwa air liur mereka akan mengubah benih yang mereka kumpulkan secara acak menjadi gula yang dapat mereka makan. Namun, kehidupan semut ini bergantung pada serangkaian perubahan kimiawi yang tak mereka ketahui dan tak mungkin bisa mereka ketahui. Kalau manusia pun tidak tahu proses perubahan yang terjadi dalam tubuh semut ini - dan baru memahami perinciannya dalam beberapa tahun terakhir - bagaimana semut bisa makan melalui metode ini selama beribu-ribu tahun?

Semut Madu
Banyak jenis semut yang diberi makan de-ngan buangan pencerna-an aphid (serangga daun) yang disebut "madu". Zat ini sebenarnya tidak berkaitan dengan madu biasa. Akan tetapi, bu-angan pencernaan kutu ini - yang memakan getah tumbuhan - dina-mai demikian karena mengandung gula dalam kadar tinggi. Jadi, para pekerja spesies ini, disebut semut madu, mengumpulkan madu dari kutu, biji (coccidae), dan bunga. Metode semut mengumpulkan dari kutu sangat menarik. Si semut mendekati kutu dan mulai mendorong perutnya. Kutu memberikan setetes buangan kepada semut. Semut mulai mendorong perut kutu lagi untuk mendapat madu lebih banyak, lalu menyedot cairan yang keluar. Lalu bagaimana mereka memanfaatkan makanan bergula ini, dan apa manfaat makanan ini bagi mereka kemudian?

Ada pembagian kerja yang hebat di antara semut madu pada fase ini. Sebagian semut digunakan sebagai "guci" untuk menampung nektar yang dikumpulkan para pekerja lain!…
Dalam setiap sarang terdapat satu ratu, para pekerja, dan juga para penampung madu. Koloni semut jenis ini biasanya terletak di dekat pohon ek kerdil, yang dapat diambil nektarnya oleh para pekerja. Pekerja menelan nektar itu dan membawanya ke sarang. Nektar itu lalu ia keluarkan dari mulutnya dan ia tuangkan ke mulut pekerja muda yang akan menampung madu ini. Pekerja muda ini, yang dinamai pot madu, menggunakan tubuh mereka sendiri untuk menyimpan makanan cair manis yang sering diperlukan koloni untuk melewati masa sulit di gurun pasir. Mereka diberi makanan hingga membengkak sampai sebesar bluberi. Lalu mereka bergantungan di langit-langit ruangan seperti bola kuning, sampai mereka dipanggil untuk memuntahkan nektar itu untuk saudaranya yang lapar. Selagi menempel pada langit-langit, mereka mirip dengan kelompok anggur kecil dan tembus cahaya. Jika mereka jatuh, para pekerja langsung mengem-balikannya ke posisi semula. Madu dalam pot madu beratnya hampir 8 kali lipat berat si semut.
Pada musim dingin atau musim kemarau, pekerja-biasa mengunjungi pot madu untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Semut pekerja menempelkan mulutnya pada mulut si "pot", yang mengeluarkan setetes madu dari tempat penyimpanannya de-ngan mengerutkan otot. Pekerja memakan madu yang bernilai gizi tinggi ini sebagai makanan pada musim sulit.

Sungguh menarik dan menakjub-kan bahwa ada makhluk hidup yang berat tubuhnya mencapai 8 kali lipat beratnya sendiri, setelah memutuskan untuk menjadi pot madu, dan mampu hidup bergantung pada kakinya tanpa cedera. Mengapa mereka merasa perlu menerima tugas yang begitu sulit dan berbahaya? Apakah mereka memikir-kan sendiri teknik penyimpanan yang unik ini, dan mengendalikan perkembangan tubuh mereka sesuai dengan itu? Pikirkan saja, semen-tara manusia tak bisa mengendalikan perkembangan sekecil apa pun pada tubuhnya, bagaimana bisa semut, yang tak memiliki otak dalam arti sebenarnya, melakukan ini sendiri?

Seperti yang diperlihatkan pada gambar di atas, pot madu yang telah membengkak karena menyimpan makanan ini bentuknya mirip seperti anggur.
Semut madu menampilkan perilaku yang tak dapat dijelaskan teori evolusi. Sangat tidak masuk akal mempertahankan bahwa mereka mengembangkan metode penyimpanan madu dan organ yang dibutuh-kannya secara kebetulan. Malah, dalam sumber-sumber ilmiah, kita ba-nyak menemukan pernyataan realistis mengenai hal ini dan topik-topik serupa. Misalnya saja, ambil penjelasan Prof. Etienne Rabaud, Direktur Institut Biologi dari Universitas Paris:
Contoh-contoh ini (misalnya semut madu) menunjukkan dengan jelas bahwa tidak mungkin berbagai organ berkembang untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu makhluk hidup, meskipun wujud mereka sebelumnya telah menimbulkan perilaku dan tugas tertentu yang dilaksanakan dan kadang tidak. Ini menunjukkan bahwa organ tidak berkembang dari penyesuaian diri makhluk hidup dengan kondisi hidupnya. Sebaliknya, kondisi hidup muncul dari wujud semula organ tersebut dan dari fungsi-fungsi yang telah kita lihat. Pertanyaan berikut bisa ditanyakan seperti pernah ditanyakan Darwin: Apakah peristiwa membersihkan, menyiangi individu yang sudah tak mampu hidup, atau adaptasi organ menuruti kondisi baru, terjadi dalam evolusi ini? Menurut kami, peristiwa itu mem-buktikan bahwa evolusi seperti ini, atau perubahan seperti ini, tidak terjadi. Malah, yang terjadi adalah fenomena yang sama sekali berbeda.
Penjelasan Profesor Rabaud ini menunjukkan dengan jelas kesim-pulan yang dapat dicapai oleh siapa saja yang berpikir dengan hati nuraninya sejenak. Satu-satunya Pencipta yang merupakan sumber sejati pengetahuan dan kecerdasan telah menciptakan segala makhluk hidup dengan organ dan perilaku yang sempurna. Kebenaran ini telah di-ungkapkan dalam Al Quran sebagai berikut:

"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. Al Hasyr, 59: 24) !
Semut Kayu

Semut kayu terkenal dengan bukit yang mereka bangun dari daun cemara dan cabang tipis di atas sarang bawah tanah mereka. Sarang ini biasanya ditemukan di sekitar batang pohon. Bagian sarang yang di atas tanah, terbuat dari ranting, tangkai daun, dan daun cemara, adalah atap sarang. Atap ini, yang mencapai dua tinggi meter, mencegah peresapan air hujan ke dalam dan mengatur suhu sarang dalam cuaca yang sangat panas atau sangat dingin.

Dalam gambar ditunjukkan sebuah sarang semut kayu. Tinggi sarang yang dibangun semut kayu dari daun cemara dan ranting dapat mencapai kira-kira dua meter.

Semut kayu, seperti semut lain, juga rajin bekerja. Mereka selalu saja menghias ulang sarang. Mereka memindahkan lapisan permukaan semula ke lapisan bawah secara bertahap dan mereka menaikkan material dari lapisan bawah untuk mengganti lapisan atas. Ada pengamatan menarik tentang perubahan yang dibuat semut pada sarang. Cat biru disemprotkan ke puncak bukit sarang dan empat hari kemudian diamati bahwa puncak bukit sudah kembali coklat. Partikel biru ditemukan 8-10 cm di bawah permukaan. Dalam sebulan partikel ini turun hingga kedalaman 40 cm. Selanjutnya, partikel ini mencapai lagi permukaan.

Nah, apakah semut melakukan proses pemindahan sinambung ini hanya untuk iseng? Tidak. Para peneliti menjelaskan mengapa semut kayu melakukan tindakan terus-menerus ini: Gerakan terus-menerus ini mengeringkan zat lembap di dalam lapisan permukaan dan mencegah terbentuknya jamur. Kalau tidak, sarang semut ini akan dihuni jamur yang berbahaya.
Dalam situasi seperti ini ada dua kemungkinan. Salah satunya adalah zaman dulu sekali, dengan penelitian sendiri, semut menemukan fakta bahwa jamur berkembang dalam lingkungan lembap (sesuatu yang ditemukan manusia sebagai hasil penelitian ilmiah jangka panjang), dan mengembangkan metode paling rasional untuk melenyapkan masalah ini! Kemungkinan lain adalah pemikiran dan penerapan proses yang sempurna ini hanya mungkin melalui ilham oleh kecerdasan yang lebih tinggi. Kasus pertama jelas mustahil. Dia yang telah mengilhami semut untuk melindungi diri mereka dari jamur dan menunjukkan caranya tentu saja adalah Allah yang Mahakuasa.

Pelbagai Metode Reproduksi Semut Kayu
Para pejantan dan ratu semut kayu bersayap. Namun, mereka tidak melakukan penerbangan kawin seperti spesies semut kecil lain. Perkawinan dilakukan di permukaan sarang atau tempat lain yang dekat. Setelah kawin, ratu mencabut sayapnya dan melakukan salah satu dari tiga hal berikut:

              
Semut kayu dipersenjatai dengan baik untuk perang. Saat berhadapan dengan bahaya, semut kayu membengkokkan bagian bawah perutnya dari antara kakinya dan menyemprotkan asam format kepada musuhnya. Atau, saat bertarung, ia menggigit musuhnya dengan dagunya yang tajam dan menyuntikkan asam dalam luka tersebut. Dengan keunikan ini, hewan ini bertindak seperti senjata kimiawi.
(1) Ia kembali ke sarang tempatnya semula hidup sebagai larva dan meninggalkan telurnya di sana.
(2) Kadang ia meninggalkan sarang dengan diangkut para pekerja, mencari tempat baru untuk membangun sarang.
(3) Jika pergi sendiri, ia memasuki sarang semut lebih kecil dari spesies yang berhubungan, misalnya semut hitam Formica 

Fusca, dan menggantikan ratu di sana. Ratu meninggalkan telurnya untuk dirawat para pekerja F. Fusca di sana. Untuk beberapa lama, di sarang terdapat pekerja tamu dan pekerja tuan rumah. Namun, karena tuan rumah tak punya ratu, lambat laun para pekerjanya mati dan ratu kayu memperoleh sarang jadi tanpa perlu melakukan apa-apa.

Dalam taktik semut kayu ratu yang dibahas pada bagian 3, diamati adanya kesadaran yang jernih. Namun, jelas kesadaran itu tak mungkin dimiliki semut itu sendiri. Semut ratu belum pernah melihat tempat lain selain beberapa meter persegi dalam sarangnya. Dia masuk ke dalam koloni yang belum pernah ia lihat atau ketahui sebelumnya, dan ia tahu siapa yang harus ia singkirkan dalam koloni tersebut. Ia melakukan hal ini dengan mengatasi segala rintangan. Semua faktor ini membuktikan tanpa ragu lagi bahwa semut ratu ini bertindak menuruti ilham. Fenomena yang disebut di atas adalah bukti jelas akan kekuasaan dan kekuatan Allah atas segala makhluk hidup.

Semut Legiun
Salah satu hewan yang paling ditakuti di hutan adalah semut legiun. Komunitas semut ini dinamai "pasukan" karena tindakan mereka me-miliki disiplin militer sejati.

Semut legiun adalah hewan karnivora. Mereka melahap segala sesuatu yang terlihat. Setiap semut panjangnya 6-12 milimeter, tetapi jumlah mereka yang besar dan disiplin mereka mengimbangi keku-rangan mereka dari segi ukuran.

Sinar matahari langsung dapat membunuh semut legiun dalam wak-tu singkat. Oleh karena itu, mereka berjalan di malam hari atau dalam bayang-bayang. Karena peka cahaya, mereka menggali terowongan pan-jang saat bergerak maju. Sebagian besar semut berlari dalam terowongan ini tanpa keluar. Hal ini tidak mengurangi kecepatan mereka, karena mereka dapat menggali terowongan sangat cepat dengan rahang mereka yang kuat. Karenanya, mereka lari secara cepat dan rahasia. Semut legiun bergerak sebagai pasukan yang sangat besar, melintasi segala hambatan kecuali api dan air, meskipun mereka buta sama sekali.

Semut legiun yang telah membentuk sarang sementara dengan saling bergantung pada kaki.

Semut legiun mengoyak mangsanya di tempat mereka bertemu, dan membawa potongan mangsa kecil-kecil ke sarang sementara. Makanan yang dibutuhkan koloni semut legiun cukup banyak. Kebutuhan sehari-hari koloni ukuran sedang, yang terdiri atas 80.000 semut dewasa dan 30.000 larva, kira-kira sekitar 2,27 liter makanan produk hewan.

Karena tidak memiliki sarang tetap, semut legiun selalu berpindah-pindah. Gerakan dan migrasi koloni bergantung pada daur produksi telur. Ratu menghasilkan sekitar 25-35.000 telur selama dua hari setiap bulan. Beberapa hari sebelum bertelur, koloni berhenti dan berkumpul di daerah luas. Semut saling bergantungan dengan kaki yang berbentuk kait dan membentuk sarang sementara. Ruang kosong di tengah meru-pakan ruangan, yang siap untuk didiami ratu dan generasi baru. Wajarnya, kaki dan sendi semut di puncak harus menerima beban berlebihan. Namun, karena tubuh mereka dibentuk mampu dibebani berat beberapa ratus kali dari berat mereka sendiri, mereka dapat menahan seluruh koloni tanpa masalah.

Guna berburu seefisien mungkin, semut menye-suaikan gerakan mereka dengan kebutuhan anak-anak semut yang sedang berkembang, berganti-ganti antara fase menetap dan berpindah-pindah. Pada masa istira-hat sekitar 20 hari, ratu yang gemuk dan tidak dapat bergerak menghasilkan 50.000 hingga 100.000 telur sementara anak-anak lain berada dalam tahap kepom-pong yang diam. Sebagian besar hari dilewatkan para pekerja mencari makanan untuk mereka sendiri dan ratu, melakukan serangan singkat dari sarang dengan pola seperti mawar. Pada setiap serangan mereka mengubah arah sebesar rata-rata 123 derajat, sehingga menghindari menyisir lahan yang sama.

Semut bisa tidak keliru menghitung 123 derajat, sesuatu yang tak dapat dihitung manusia tanpa alat. Ini seolah menunjukkan pengetahuan matematika yang teliti. Namun, semut tidak mengenal matema-tika, berhitung pun tak dapat. Ini menunjukkan bahwa tindakan mereka dilakukan menurut ilham istimewa, dan tidak secara sadar.

Dengan saling berkaitan, semut pasukan menciptakan sarang hidup. Karena senantiasa bergerak, koloni semut pasukan tidak membuat rumah permanen di tanah atau pohon. Akan tetapi, setiap malam pekerja berkumpul untuk membuat naungan dari tubuh mereka sendiri. Pertama, beberapa ekor semut memilih benda di dekat tanah, misalnya batang, lalu bergantung dari benda itu dengan saling berkaitan cakar. Semut lain tiba, berlari menuruni untaian, dan mengaitkan cakar sampai untaian menjadi tali yang dapat bergabung menjadi kumpulan selebar satu meter yang disebut bivak; rumah mereka merupakan seluruh koloni dari 200.000 hingga 750.000 individu. Di tengah-tengah sang ratu beristirahat bersama anak-anaknya. Pada pagi hari semut mulai melepaskan kaitan untuk keluar dan mencari mangsa.

Saat larva pertama menetas, para pekerja me-ngumpulkan makanan sementara komunitas tetap di tempat. Potongan makanan langsung diberikan ke-pada larva. Siapnya ratu bertelur lagi biasanya ber-samaan dengan transisi larva sebelumnya ke tahap kepompong. Pada tahap ini komunitas berhenti lagi. Serempaknya waktu bertelur ratu dan pindahnya larva ke tahap pupa menunjukkan perencanaan secara sadar karena ini mengurangi waktu berhentinya pasukan.

Perkembangan larva mendorong semut yang lebih tua untuk memulai daur migrasi baru. Inilah cara kerjanya: larva menghasilkan sekresi ketika dijilat dan dibersihkan para pekerja. Penelitian menunjukkan bahwa cairan ini efektif dalam keputusan untuk bermigrasi.

Tidak logis kalau kita mengklaim bahwa larva, yang menjadi semut pun belum, sudah terpikir untuk menyekresi cairan itu dan mengarahkan seluruh koloni untuk memenuhi kebutuhan mereka. Satu-satunya hal yang dapat ditangkap pengamat yang pandai adalah keberadaan Sang Pencipta tertinggi, serta informasi dan kekuasaan-Nya di sekeliling kita.

Semut Beludru
Semut beludru yang hidup di gurun pasir memiliki tubuh berbulu banyak. Bulu alami mereka merupakan lapisan yang mengisolasi panas. Ia menyimpan panas selama malam-malam dingin di gurun pasir, dan melindungi diri dari panas di siang hari. Karena bersayap, semut beludru jantan bisa menghindari panasnya pasir dengan terbang. Akan tetapi, semut beludru betina harus berjalan di pasir yang panas karena tak punya sayap. Mereka memerlukan bulu ini agar terlindung dari panas yang berasal dari tanah maupun dari matahari.

Lalu, bagaimana menjelaskan adanya serangga yang memiliki "bulu" untuk melindungi diri dari kondisi cuaca yang berbahaya? Mustahil kita mengklaim bahwa hewan memperolehnya dengan beradaptasi dengan alam sebagai proses evolusi, karena ini menimbulkan banyak pertanyaan yang tetap tidak terjawab: Apakah semut beludru betina mati karena suhu tinggi sebelum memiliki bulu ini? Jika memang demikian, bagaimana mereka bisa menunggu selama beberapa generasi agar memperoleh bulu "secara kebetulan"? Melalui kebetulan macam apa mereka mendapatkan tubuh ini?
 
 
Gambar ini memperlihatkan dua semut beludru dari dua macam spesies. Hal yang sama dari semut beludru adalah mereka memiliki “bulu” untuk melindungi mereka dari panasnya lingkungan yang mereka tinggali.
Pertanyaan ini tentu saja tak berjawab, karena serangga ini mustahil memperoleh "bulu" yang melindungi mereka dari panas melalui meka-nisme yang terus diajukan evolusionis. Semut tak dapat hidup tanpa bulu ini dan mereka tidak punya waktu untuk menunggu mutasi yang jarang sekali terjadi - yang semuanya berbahaya. Jelas bahwa hewan ini telah dirancang sejak awal untuk bertahan dalam iklim yang mereka tinggali.

Semut beludru betina mencari sarang serangga atau sarang lebah jenis apa pun, yang dapat mereka gunakan setelah meninggalkan tempat mereka kawin. Jika sudah menemukannya, mereka memasuki sarang. Mereka diperlengkapi dengan cara menangkis upaya pengusiran. Pada akhirnya mereka terus tinggal dalam sarang, karena semut beludru memiliki kaki kuat dan perisai yang memungkinkan mereka masuk ke sarang lebah sekalipun. Cangkang luar mereka sangat tebal dan keras. Para ahli zoologi mengatakan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk menusuk dada semut beludru dengan jarum baja.

Setelah masuk, semut ratu beludru yang memiliki segala macam ke-lengkapan untuk tinggal dalam sarang lebah, mulai memakan simpanan madu. Selain itu, ia meninggalkan telurnya dalam sel pupa atau kepompong lebah. Larva semut yang menetas memakan pupa inangnya, dan kelak menjadi pupa juga. Lebah meninggalkan sarang pada akhir musim panas. Semut beludru melewatkan musim dingin dalam sarang ini sebagai pupa. Menurut satu catatan, ada sarang lebah yang berisi 76 semut beludru dan hanya dua ekor lebah. Contoh ini menunjukkan betapa semut beludru betina efektif dan berhasil dalam menangani lebah betina. Dengan menggunakan taktik halus, semut ratu beludru menduduki sarang dari dalam dan merebut kendali sarang itu.

Yang patut dicatat adalah bahwa semut beludru sangat mengenal lebah, dan lebih lagi, tahu betul cara mengelabuhinya. Jadi, mungkinkah ada sosok selain sang Pencipta lebah Yang mengilhami si ratu dengan ciri-ciri fisik, gaya hidup, dan struktur sarang seperti lebah? Satu-satunya penjelasan logis adalah menerima keberadaan Pencipta tunggal yang telah menciptakan semut, lebah, dan, sesung-guhnya, segala makhluk hidup.

Semut Api
Semut api adalah se-rangga merah berukuran kecil. Namun, mereka mampu me-lakukan hal-hal besar. Ratu semut jenis ini, yang memiliki 20 varietas di Amerika saja, dapat memproduksi hingga 5.000 telur sehari. Sementara banyak koloni spesies semut memiliki beberapa ratus pekerja, koloni spesies ini memiliki sekitar setengah juta pekerja. Satu ratu semut api yang sudah kawin dapat memproduksi sebuah koloni dengan 240.000 pekerja.

Pekerja semut api menyerang mangsa dengan sangat agresif meng-gunakan jarum beracun. Telah diamati bahwa semut api muda dapat mencederai atau bahkan membunuh reptil atau bayi menjangan. Selain itu, semut agresif ini dapat memadamkan listrik dengan merusak kabel. Pernah mereka menyerang Amerika Selatan dan mengakibatkan keru-sakan yang mengerikan. Jurnal dan majalah tahun itu menginformasikan bahwa semut-semut ini mengunyah putus kabel listrik sehingga listrik padam, menggagalkan panen senilai miliaran dolar, meruntuhkan jalan tol dan menyengat manusia, mengakibatkan shock alergi yang melum-puhkan. Mereka melakukan semua ini dengan rahang mereka yang kuat. Mereka bahkan menggali terowongan di bawah jalan menyebabkan jalan dan jalan tol runtuh, juga kerusakan lain di lingkungan.

Perlindungan dari Kuman
Para ahli Amerika telah mencoba berbagai cara untuk mencegah kerusakan karena semut api. Mereka mencoba menyebarkan penyakit menular dalam koloni dengan menyuntikkan kuman ke dalam lalat yang dimakan semut. Namun, secara menakjubkan, diamati bahwa lalat ber-kuman itu sama sekali tidak mencederai semut. Dalam analisis di-temukan bahwa semut memiliki salah satu sistem pertahanan yang paling menarik di dunia makhluk hidup: struktur di dalam leher yang melindungi mereka dari kuman…. Berkat struktur ini, bakteri di dalam makanan apa pun yang dimakan semut tertahan di leher dan tidak dapat memasuki tubuh.

Namun, bukan itu saja sistem perlindungan semut api sebagai produk kecerdasan tertinggi. Mereka juga menyemprotkan cairan antimikroba yang diproduksi dalam kantung racun mereka di sekitar sarang dan pada larva. Dengan demikian, sarang dan larva menjadi sama sekali bebas kuman.

Walau dilengkapi sistem pertahanan luar biasa, semut-semut ini jelas tidak menyadarinya. Dapatkah manusia yang berhati nurani mengklaim bahwa sistem semacam ini berevolusi secara kebetulan? Juga tak dapat diklaim bahwa semut menemukan sendiri sistem ini. Lalu siapa yang menempatkan saringan dalam leher semut? Siapa yang mengilhami mereka memproduksi cairan antimikroba? Tak diragukan lagi, Yang Menciptakan ciri-ciri, yang tak dapat diciptakan manusia, semut, dan keberuntungan acak, adalah Allah yang Mahatahu.

Semut Pekerja Keras
Semut api spesialis pertahanan juga rajin dan punya keterampilan tinggi. Mereka dapat membangun bukit setinggi 30 cm dan selebar 60 cm, atau menggali terowongan labirin hingga sedalam 1,5 m di bawah tanah. Di wilayah-wilayah tertentu, semut api membangun bukit-bukit kecil hingga lebih dari 350 buah. Kemampuan makhluk sekecil itu mem-bangun sarang sebesar itu tentu bergantung pada kerajinannya. Jadi, apakah kekuatan yang menjadikan semut sebagai salah satu makhluk hidup terajin di dunia? Sangat menakjubkan bahwa mereka bekerja sepanjang hari tanpa berhenti atau beristirahat, dan membangun sarang yang tersebar di wilayah yang luas. Tak satu pun berkata, "Aku bekerja terlalu keras hari ini, biarkan aku beristirahat sebentar," atau "Aku tak mau bekerja hari ini. Biarkan aku duduk di pojok saja." Inilah topik yang harus direnungkan dengan seksama. Jangan dilupakan bahwa manusia adakalanya menyerah karena lelah, bahkan saat mereka tahu mereka harus menyelesaikan tugas, dan adakalanya mereka tidak memaksakan diri karena mereka lelah atau merasa malas. Namun, semut menun-jukkan kemauan dan upaya besar untuk merampungkan tugas yang mereka mulai hingga berhasil. Dia yang memberi semut kemauan dan tekad ini, yang lebih kuat daripada manusia, tentu saja adalah satu-satunya penguasa segala sesuatu: Allah.

Penguasa Taktik yang Dapat Menembus Sistem Pertahanan
Musuh semut api yang paling menyeramkan adalah Solenopsis davgeri, suatu spesies semut parasit. Jadi, makhluk hidup yang dapat menembus sistem pertahanan bertingkat mereka, yang bahkan sulit dipahami manusia, adalah spesies semut lain. Tak diketahui bagaimana semut parasit ini dapat menyusup ke dalam sarang semut api. Namun, begitu mereka masuk, semut parasit langsung menyerang ratu dan bergantung pada antena, kaki, atau lehernya. Karena semut pekerja biasanya harus menghancurkan setiap penyerang, fakta bahwa mereka tidak melakukan apa-apa pada makhluk yang satu ini sulit dijelaskan. Namun ada jawaban sederhana. Saat menempel pada leher ratu, si parasit meniru feromon ratu. Selanjutnya, para pekerja bersusah payah memberi makan parasit yang telah menundukkan ratu mereka.. Ratu mereka mati, sedang mereka mengira telah memberinya makan.

Semut Gurun
Sebagian besar makhluk hidup mustahil hidup di dalam pasir membara bersuhu 65o C, termasuk manusia. Namun, ada semut yang dapat terus hidup pada suhu ini. Nah, bagaimana Namib ocymyrmex, yang merupakan semut gurun hitam berukuran sedang dan berkaki panjang, hidup dalam panas tinggi ini?

Bagi semut Namib, hari biasa di gurun tidak dimulai pada satu waktu tertentu. Yang memulai hari-hari adalah suhu permukaan pasir standar setelah mencapai 30o C. Tepat pada suhu ini semut mulai keluar dari sarang bawah tanah untuk mencari makanan. Karena tubuh mereka sangat dingin, mereka tak dapat bergerak lurus dan berjalan terseok-seok. Namun, ketika suhu meningkat, semakin banyak semut keluar dan mereka mulai bergerak lebih lurus dan cepat. Lalu lintas tertinggi keluar-masuk sarang adalah pada suhu 52,2o C. Ketika suhu melebihi ini, gerakan terus berlanjut, tetapi ketika suhu mencapai 67,8o C, lalu lintas berhenti. Suhu ini dicapai sekitar sejam sebelum tengah hari. Ketika suhu mulai turun pada sore hari, pencarian makanan dimulai lagi dan berlanjut sehingga suhu permukaan jatuh hingga 30o C.
Semut mungkin mencari makanan sekitar enam hari jauhnya dari sarang tanpa dimangsa hewan apa pun. Pada masa ini mereka membawa pulang makanan yang beratnya 15-20 kali lipat berat mereka sendiri.

Semut, yang tak bisa pulang ke sarang ketika suhu di padang pasir sangat tinggi, menggunakan metode yang cukup menarik untuk ber-lindung dari panas. Suhu udara menurun jika jarak semakin jauh ke atas pasir. Misalnya jika suhu pasir 67,8o C, suhu udara sedikit di atasnya adalah 55o C. Jadi, jika suhu permukaan pasir di atas 52,2o C, semut mendaki benda seperti tumbuhan dan berdiam di situ sementara untuk mendingin. Suhu tubuh semut yang kecil bisa cepat turun hingga mencapai suhu sekitar. Dalam batang pohon, suhu bervariasi antara 30 hingga 38,3o C. Jeda pendinginan ini memungkinkan semut mencari makanan dalam panas membara, meskipun terputus-putus.

Pada suhu tinggi, jika tidak dapat menemukan tempat dingin dalam beberapa detik, semut akan mati kepanasan. Malah, jika suhu pasir di atas 52,2o C, mereka mengambil resiko setiap kali meninggalkan sarang. Lalu, bagaimana semut gurun melepaskan dari kematian tak terhin-darkan ini? Karena mereka tidak mengukur suhu dengan termometer, kita dapat berkata bahwa mereka tercipta dengan mengetahui apa harus dilakukan pada suhu apa dan mengetahui hal-hal ini sejak pertama kali mereka meninggalkan sarang.

Ya, semut gurun telah diciptakan dan dilengkapi dengan kemam-puan khusus untuk hidup di gurun. Allah, yang telah menciptakan rahang tajam untuk semut pemotong daun, telah mengilhami semut gurun dengan pengetahuan cara melindungi diri.