Cara Membaca Nilai Kapasitor II


Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator II | Artikel ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya Mengindentifikasi dan Membaca Nilai Kapasitor 1, pada pembahasan sebelumnya kita sudah belajar bagaimana cara membaca nilai kapasitansi dan mengindetifikasi sebuah kapasitor keramik dan polyster. Kita lanjutkan, .....

Seperti komponen lainnya, besar kapasitansi nominal kondensator ada toleransinya. Nilai toleransi Kondensator ditentukan dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan tabel di bawah pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitansinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus diketahui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125C.
Tabelnya sebagai berikut :
Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator
Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator
Tabel Karakteristik Condensator
Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator 2
Tabel Karakteristik Toleransi capasitor
Dari tabel diatas kita bisa tahu, karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja. Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Misalnya kapasitor 10uF25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R, maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara -55Co sampai +125Co. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat. 

Kondensator/Capasitor Polar
Kondensator/Capasitor Polar elektrodanya mempunyai dua kutup, yakni kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Apabila Capasitor ini dipasang pada rangkaian elektronika, maka pemasangannya tidak boleh terbalik. Contonya adalah Capasitor elektrolit (elco) dan Tantalum. Nilai kapasitas maksimum dan kutub –kutubnya sudah tertera pada badan komponen tersebut.
Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator
Capasitor elektrolit (elco)
Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator 2
Kondensator Tantalum
Contoh : Elektrolit Kondensator (Elko) dibadannya tertulis 10 µF/ 16V ini berarti kapasitansi dari elco tersebut adalah 10 µF, sedangkan tegangan kerjanya maksimal 16 Volt, jika elco tersebut diberi tegangan lebih dari 16 volt elco tersebut akan rusak. Demikian pula dengan condensator tantalum cara membacanya sama persis dengan elco.

Untuk menentukan kaki kutub (+) dan (-) dari elco maupun tantalum, kita bisa melihat tanda yang tertera pada badan komponen tersebut, jika pada elco yang ditandai dengan anak panah adalah kutub negatif (-) sedang pada tantalum kutub positifnya ditandai dengan tanda (+). Tantalum banyak dipakai saat ini pada peralatan elektronika komputer (misalnya motherboard)

Condensator Tidak Tetap

Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator
Condensator Tidak Tetap (Varco)
Kondensator ini dapat kita ubah-ubah nilai kapasitasnya sesuai kebutuhan. Kapasitasnya ada yang 0-30pf, 0-100pf, dll. kondensator jenis ini biasa disebut dengan variable Condensator atau Varco.

FUNGSI KAPASITOR
Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian :
  • Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS)
  • Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna
  • Sebagai filter dalam rangkaian PS
  • Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon
  • Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar
  • dan lain-lain