Penyakit Achilles Tendinitis dan Penyembuhannya

Pengertian
Achilles Tendinitis adalah peradangan pada tendon Achilles, sebuah jaringan yang menghubungkan otot betis di belakang kaki bagian bawah ke tulang tumit.

Penyebab


1. Penambahan kecepatan atau jarak berlari yang tinggi
2. Berlari di bukit atau menaiki tangga dengan kecepatan yang intens
3. Olahraga yang membutuhkan lompatan atau berhenti dan memulai secara tiba-tiba seperti bola basket atau tenis.
4. Olahraga tanpa pemanasan
5. Aktivitas olahraga yang baru dan intens setelah lama vakum olahraga teratur
6. Fleksibilitas otot betis yang buruk
7. Berlari pada permukaan yang tidak rata atau keras
8. Menggunakan sepatu yang sudah aus atau tidak tepat untuk aktivitas tertentu
8. Telapak kaki yang rata secara alami menyebabkan lebih banyak tekanan pada tendon achilles
9. Variasi lainnya pada anatomi kaki atau pergelangan kaki yang bisa memberikan tekanan ekstra pada tendon
10. Cedera yang traumatis pada tendon


Gejala


1. Nyeri ringan di bagian belakang kaki dan atas tumit setelah berlari atau melakukan aktivitas olahraga
2. Nyeri yang lebih parah terkait dengan lari yang berkepanjangan, menaiki tangga atau olahraga yang intens seperti lari cepat
3. Nyeri atau kekakuan, terutama di pagi hari
4. Pembengkakan ringan atau "benjolan" pada tendon Achilles
5. Adanya suara berderak atau berderit ketika Anda menyentuh atau memindahkan tendon Achilles Anda
6. Kelemahan atau kelesuan di kaki bagian bawah


Pengobatan


1. Pengobatan mandiri, dikenal dengan akronim R.I.C.E.:
-Rest atau istirahat
-Ice: Untuk mengurangi nyeri atau bengkak, berikan kompres es pada tendon selama sekitar 15 menit setelah berolahraga atau ketika Anda mengalami nyeri
-Compression: Bungkus tendon dengan perban elastis yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan mengurangi pergerakan tendon
-Elevation: Angkat kaki yang nyeri dengan posisi di atas dada Anda untuk mengurangi pembengkakan. Tidurlah dengan posisi kaki yang ditinggikan seperti itu.

2. Penggunaan obat anti-peradangan non-steroid seperti ibuprofen (Advil, Motrin) atau naproxen (Aleve).

3. Peregangan dan olahraga

Sumber: MayoClinic